Janji Prabowo Bangun Bandara Bali Utara Ditagih Tokoh Masyarakat

Janji Prabowo Bangun Bandara Bali Utara Ditagih Tokoh Masyarakat

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2026 15:52 WIB
Desain arsitektur Bandara Bali Utara
Desain arsiterktur Bandara Bali Utara. Foto: Dok. Alien DC
Jakarta -

Janji Presiden Prabowo Subianto membangun Bandara Internasional Bali Utara ditagih tokoh masyarakat Pulau Dewata. Janji tersebut pernah disampaikan Prabowo sebelum dirinya dilantik menjadi Presiden.

Berdasarkan keterangan resmi Para Penglingsir Puri-Puri se-Jebag Bali (P3SB), komitmen pembangunan Bandara Bali Utara disampaikan Prabowo pada 13 Februari 2024. Prabowo bahkan menyampaikan komitmen yang sama pada 3 November 2024 atau setelah menjadi presiden.

"Komitmen tersebut disampaikan secara langsung kepada Para Penglingsir Bali pada 13 Februari 2024 sebelum beliau menjadi presiden maupun kepada publik melalui media pada 3 November 2024 setelah beliau menjadi Presiden Republik Indonesia," tulis pernyataan P3SB, dikutip detikcom, Jumat (17/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen tersebut diperkuat dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029, yang menetapkan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di Kubutambahan beserta pembangunan jalan tol penghubung Bali Selatan-Bali Utara.

ADVERTISEMENT

"Dengan demikian pembangunan Bandara Internasional Bali Utara telah menjadi kebijakan resmi negara yang patut segera dilaksanakan. Mengingat bahwa pembangunan bandara tersebut telah dinantikan oleh masyarakat Bali selama lebih dari 10 tahun," tulis pernyataan P3SB lebih lanjut.

Hari ini, para penglingsir puri se-Bali yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali, tokoh masyarakat Kubutambahan-Kabupaten Buleleng, serta utusan para Raja dan Sultan di Nusantara menyampaikan aspirasi langsung ke Kantor Staf Kepresidenan keGedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menerima langsung para tokoh masyarakat Bali dan menyatakan akan segera meneruskan aspirasi tersebut kepada Prabowo. Proses penentuan lokasi dan kebijakan penunjang lainnya dapat dikaji secara cepat, tepat, dan transparan demi kesejahteraan masyarakat Bali.

"KSP akan segera melapor aspirasi pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini kepada Bapak Presiden," kata Dudung dalam keterangan resminya.

Sementara itu, Ketua Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali Ida Cokorda Gde Putra Nindia menyampaikan kehadiran dirinya dan tokoh masyarakat Bali di KSP untuk meminta komitmen pemerintah mewujudkan pemerataan ekonomi di Pulau Dewata. Saat ini pusat ekonomi di Bali masih bertumpu di wilayah selatan.

"Kehadiran kami bersama para penglingsir puri, tokoh masyarakat Buleleng, serta didukung Raja dan Sultan Nusantara adalah untuk menindaklanjuti aspirasi keseimbangan pembangunan antara Bali Utara dan Bali Selatan. Saat ini, pusat ekonomi dan infrastruktur masih bertumpu di selatan, sehingga generasi muda di utara terpaksa merantau dan membuat wilayah selatan semakin padat," ujar Ida.

Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) Mapparessa menambahkan keterlibatan para raja dan sultan se-Nusantara adalah bentuk dukungan nyata dari lembaga adat. Kehadiran mereka bertujuan membantu pemerintah menjaga keseimbangan antara kemajuan infrastruktur fisik dan kelestarian budaya lokal.Dalam audiensi bersama KSP, para tokoh adat dan masyarakat memaparkan beberapa poin penting terkait konsep pembangunan bandara.

Bandara diusulkan dibangun di lepas pantai wilayah Kubutambahan untuk menghindari penggusuran pemukiman warga serta menjaga kesucian situs-situs adat dan pura di daratan Bali.Selain itu, proyek strategis ini dipastikan tidak akan membebani keuangan negara karena seluruh pendanaan dan investasi berasal dari sektor swasta.

(ily/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads