BPJT: Ada 10 Ruas Tol yang Masuk Jadwal Naik Tarif Tahun Ini

BPJT: Ada 10 Ruas Tol yang Masuk Jadwal Naik Tarif Tahun Ini

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2026 15:41 WIB
Foto udara kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang, Kendal, Jawa Tengah, Senin (9/3/2026). PT Jasamarga Semarang Batang melakukan penyesuaian tarif di ruas Jalan Tol Semarang–Batang yang berlaku mulai 7 Maret 2026 dengan ken
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Unsur Pemangku Kepentingan, Sony Sulaksono Wibowo, menyampaikan tahun ini ada sekitar 8 hingga 10 ruas tol yang telah memasuki jadwal penyesuaian tarif pada 2026.

"Kalau enggak salah tahun 2026 ini ada 8 atau 10 ruas tol yang memang sudah masuk jadwalnya untuk penyesuaian tarif. Jadi penyesuaian tarif adalah hak dari pengelola atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mendapatkan penyesuaian tarif karena inflasi," ujar Sony saat ditemui di The St. Regis, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Dari jumlah tersebut, Sony mengatakan baru beberapa ruas yang telah mengajukan penyesuaian tarif. Ada Tol Semarang-Batang, Tol Akses Patimban, dan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, Sony menegaskan tidak semua ruas yang mengajukan penyesuaian tarif otomatis mendapat persetujuan kenaikan tarif. Menurutnya, setiap usulan akan lebih dulu dievaluasi berdasarkan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

"Karena rata-rata mengajukan itu hanya mengikuti jadwal saja. Tapi SPM-nya begitu dicek ternyata masih harus dibeneri. Nah, sebelum SPM-nya benar-benar beres, enggak akan kita proses," katanya.

ADVERTISEMENT

Sony mencontohkan Tol Cijago yang hingga kini belum dapat diproses penyesuaian tarifnya karena masih terdapat catatan terkait aspek beautifikasi. Selama catatan tersebut belum ditindaklanjuti, penyesuaian tarif tidak akan diproses.

"Permasalahan Cijago contohnya itu adalah jembatan penyeberangannya kan kusam. Dia harus dicat lagi. Nah, ngecat itu kan agak sulit karena trafik di bawahnya ramai," pungkasnya.

(hrp/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads