Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menawarkan peluang investasi sektor perkeretaapian Indonesia kepada investor Inggris. Pemerintah berharap investor Inggris tak hanya membawa teknologi, tetapi juga ikut mendanai proyek kereta api di Tanah Air.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono mengatakan, saat ini Indonesia memiliki sekitar 6.927 kilometer jalur kereta api yang merupakan jaringan terpanjang di Asia Tenggara. Selain itu, masih terdapat sekitar 2.200 kilometer jalur nonaktif yang berpotensi diaktifkan kembali.
"Saat ini Indonesia mengoperasikan sekitar 6.927 kilometer, atau hampir 7.000 kilometer, jalur kereta api. Saya rasa kita patut bangga karena kita memiliki jaringan kereta api terpanjang di Asia Tenggara," kata Allan dalam UK-Indonesia Rail Partnership Forum 2026 yang dihadiri 15 perusahaan Inggris di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Allan mengatakan jaringan kereta tersebut mayoritas berlokasi di Pulau Jawa, meskipun ada juga yang terbangun di Sumatera, hingga Sulawesi. Sementara di Papua, jalur kereta khusus dioperasikan oleh swasta untuk mendukung logistik.
Ia juga menyebut masih ada lebih dari 2.200 kilometer jalur kereta nonaktif yang berpotensi dihidupkan kembali. Menurutnya, hal itu menjadi peluang besar untuk memperluas jaringan perkeretaapian nasional.
Menurut Allan, selama ini pembangunan proyek kereta api di Indonesia masih banyak mengandalkan dukungan pemerintah, baik melalui APBN, pembiayaan syariah, maupun kerja sama dengan negara mitra seperti Jepang, China, dan Jerman.
"Ke depan, kami berharap Inggris dapat bergabung, tidak hanya berbisnis dengan kami, tetapi juga memberikan dukungan pembiayaan sehingga pengembangan perkeretaapian dapat dipercepat," tuturnya.
Pada kesempatan itu, ia menjelaskan pemerintah telah menetapkan 10 kawasan metropolitan prioritas untuk pengembangan transportasi berbasis rel, yakni Jabodetabek, Bandung Raya, Kedungsepur, Yogyakarta-Solo, Gerbangkertosusila, Bali, Ibu Kota Nusantara (IKN), Medan, Palembang, dan Makassar.
"Kawasan tersebut meliputi Jabodetabek, Bandung Raya, Kedungsepur (Semarang), Yogyakarta-Solo, Gerbangkertosusila (Jawa Timur), Bali, Ibu Kota Nusantara, Medan, Palembang, dan Makassar," tutup Allan.










































