Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sedang mengerjakan 15 proyek pembangunan bendungan baru di berbagai wilayah Indonesia. Proyek ini dimaksudkan untuk menampung lebih dari 1 miliar m³ air dan menyuplai kebutuhan irigasi untuk lebih dari 200.000 hektar lahan pertanian.
Deputi III Bakom RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pembangunan 15 bendungan baru ini total menelan anggaran sekitar Rp Rp 32,8 triliun, dengan target rampung tahun ini hingga 2029 nanti. Menambah jumlah bendungan yang sudah beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.
"Menurut data Kementerian PU per 21 Juli 2026, saat ini terdapat 240 bendungan yang telah beroperasi dan 15 bendungan yang masih dalam pembangunan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 32,806 triliun," kata Kurnia dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dari segi provinsi, (proyek pembangunan) terdapat di 10 provinsi yaitu Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, NTT, Kalimantan Selatan, Sumatra Selatan, dan Maluku," sambungnya.
Secara rinci, berikut daftar lokasi proyek 15 bendungan baru beserta target selesainya:
1. Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 17,4 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bagong seluas 857 hektar.
2. Bendungan Bener di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 81,65 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bener seluas 15.196 hektar.
3. Bendungan Budong-Budong di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat: target selesai 2027 dengan kapasitas tampung 65,18 juta m³, menyuplai daerah irigasi Budong-budong seluas 3.047 hektar.
4. Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo: target selesai 2026 dengan kapasitas tampung 93,75 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bulango Ulu seluas 757 hektar.
5. Bendungan Cabean di Kabupaten Blora, Jawa Tengah: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 3,02 juta m³, menyuplai daerah irigasi Cabean seluas 80 hektar.
6. Bendungan Cibeet di Cariu-Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat: target selesai 2028 dengan kapasitas tampung 97,53 juta m³, menyuplai daerah irigasi Cibeet seluas 8.837 hektar.
7. Bendungan Cijurey di Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat: target selesai 2028 dengan kapasitas tampung 17,07 juta m³, menyuplai daerah irigasi Cikumpeuni seluas 1.486 hektar dan daerah irigasi Ciomas pasang bedil seluas 561 hektar.
8. Bendungan Jenelata di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan: target selesai 2028 dengan kapasitas tampung 223,6 juta m³, menyuplai daerah irigasi Bisu seluas 12.793 hektar dan daerah irigasi Kampili seluas 10.547 hektar.
9. Bendungan Jragung, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah: target selesai 2026 dengan kapasitas tampung 90 juta m³, menyuplai daerah irigasi Jragung seluas 4.528 hektar dan daerah irigasi Guntur seluas 2.036 hektar.
10. Bendungan Karangnongko di perbatasan antara Blora Jawa Tengah dan Bojonegoro Jawa Timur: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 59,10 juta m³, menyuplai daerah irigasi Karangnongko seluas 6.949 hektar.
11. Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, NTT: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 20,45 juta m³, menyuplai daerah irigasi Manikin seluas 722 hektar.
12. Bendungan Mbay di Kabupaten Nageko, NTT: target selesai 2027 dengan kapasitas tampung 52,89 juta m³, menyuplai daerah irigasi Mbay seluas 6.240 hektar.
13. Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan: target selesai tahun 2029 dengan kapasitas tampung 69,7 juta m³, menyuplai daerah irigasi Riam Kiwa seluas 1.800 hektar.
14. Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan: target selesai 2029 dengan kapasitas tampung 139,77 juta m³, menyuplai daerah irigasi Komering seluas 124.701 hektar.
15. Bendungan Way Apu di Kabupaten Buru, Maluku: target selesai 2027 dengan kapasitas tampung 50,05 juta m³ menyuplai daerah irigasi Way Apu sistem seluas 10.562 hektar.
"Pembangunan infrastruktur penunjang pertanian melalui 15 bendungan yang tengah dibangun di berbagai wilayah Indonesia terus dipercepat penyelesaiannya. Ditambah dengan 240 bendungan yang telah beroperasi, program ini menjadi fondasi penting bagi ketahanan pangan nasional," tegasnya.
(igo/fdl)









































