Prabowo Mau Semua Kendaraan di RI Berbasis Listrik, dari Truk hingga Motor

Prabowo Mau Semua Kendaraan di RI Berbasis Listrik, dari Truk hingga Motor

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2026 13:34 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat meresmikan pabrik perakitan kendaraan komersial berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (9/4/2026). Presiden Prabowo menyambut baik kehadiran pabrik tersebut yang me
Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menginginkan semua kendaraan yang beroperasi di Indonesia mesinnya diubah jadi berbasis energi listrik. Menurutnya hal ini sejalan dengan arah pengembangan energi baru terbarukan (EBT) yang lebih ramah lingkungan.

"Kita ingin semua berbasis listrik. Kita akan bangun energi yang hijau, energi yang terbarukan," kata Prabowo dalam acara peresmian hasil renovasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Dia menegaskan, ke depan pengembangan moda transportasi berbasis listrik ini tidak hanya terbatas di sektor transportasi umum kereta api yang sudah banyak digunakan mulai dari KRL hingga LRT dan MRT. Lebih jauh Prabowo juga ingin truk hingga sepeda motor berbasis tenaga listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangankan kereta api, nanti hampir semua kendaraan kita nanti dari listrik. Truk kita, bus kita, mobil kita, motor kita," ujar Prabowo.

ADVERTISEMENT

Prabowo pun beberapa waktu lalu mengatakan dirinya ingin meluncurkan kendaraan berlabel motor listrik nasional. Kendaraan itu akan diproduksi di dalam negeri dan menjadi simbol kendaraan ramah lingkungan bagi Indonesia.

Selain penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan, Prabowo juga menyinggung soal pengelolaan sampah di Indonesia. Dia berharap pengelolaan sampah yang kini menjadi prioritas kerja pemerintah hingga setahun ke depan bisa menghasilkan kawasan yang bersih dan alam yang asri.

"Semua sungai harus bersih, semua kali harus bersih. Alam harus dijaga, pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Kalau perlu kita tanam ratusan juta pohon baru. Estetika, keindahan harus kita pertahankan," terang Prabowo.

Dengan begitu, Indonesia bisa menarik lebih banyak turis khusus dari luar negeri untuk berkunjung. Hal ini dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar lokasi pariwisata, yang nantinya juga ikut mendorong ekonomi nasional.

"Pariwisata itu menghasilkan devisa, pariwisata menggerakkan ekonomi. Satu wisatawan asing datang ke negara kita, minum secangkir kopi, petani kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam mengolah kopi hidup. Mereka yang terlibat dalam logistik mengambil kopi dari kebun ke kota, ke pabrik, mereka yang membungkus kopi, dan akhirnya mereka yang menjual kopi di restoran, di kafe, di hotel, mata rantainya banyak," papar Prabowo menutup.

(igo/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads