Pelabuhan Merak-Ketapang Ditata Ulang, Pengawasan Diperketat

Pelabuhan Merak-Ketapang Ditata Ulang, Pengawasan Diperketat

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2026 11:07 WIB
Sejumlah penumpang berjalan keluar dari kapal setibanya di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (10/6/2026). T ASDP Indonesia Ferry (Persero) memberikan diskon tarif jasa pelabuhan hingga 100 persen untuk layanan bagi penumpang pejalan kaki se
Foto: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto
Jakarta -

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menerapkan program sterilisasi pelabuhan pada enam pelabuhan utama, yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar. Implementasi penuh program ini dilakukan serentak pada Rabu (5/8) kemarin. Selama masa transisi, ASDP dan seluruh pemangku kepentingan akan terus melakukan penyempurnaan mekanisme operasional, sosialisasi, hingga penguatan koordinasi lintas instansi.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan sterilisasi pelabuhan bukan sekadar perubahan tata ruang kawasan. Menurutnya, langkah ini menjadi bagian dari transformasi budaya operasional dengan menempatkan keselamatan sebagai nilai utama.

"Sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan, melainkan perubahan budaya operasional yang memastikan setiap aktivitas di kawasan pelabuhan berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai standar. Kami percaya pelabuhan yang aman akan melahirkan perjalanan yang nyaman, operasional yang semakin andal, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan," ujar Heru dalam keterangan tertulisnya, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari pertama implementasi, pengendalian kawasan pelabuhan berjalan sesuai rencana melalui penataan akses, pemanfaatan teknologi digital, serta penguatan pengawasan bersama regulator dan para pemangku kepentingan. Langkah ini menjadi fondasi untuk membangun operasional yang lebih disiplin sekaligus memastikan standar keselamatan dan keamanan tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

Di Pelabuhan Merak, sterilisasi dilakukan melalui penataan aktivitas operasional, pendataan ulang seluruh pihak yang beraktivitas, penertiban pedagang beridentitas resmi, serta penguatan fasilitas pengawasan. Penerapan One Gate System (OGS) dan Automatic Gate System juga memangkas waktu layanan truk dari 10-15 menit menjadi 1-2 menit.

Sementara di Pelabuhan Bakauheni, implementasi difokuskan pada penataan arus kendaraan, pembangunan kantong parkir roda dua, penyempurnaan rambu dan informasi, serta optimalisasi sistem pengendalian akses.

Kemudian pada lintasan Ketapang-Gilimanuk, implementasi difokuskan pada penguatan kepatuhan operasional melalui sosialisasi intensif kepada seluruh stakeholder, pengawasan penggunaan APD, patroli gabungan rutin, dan penerapan pengaturan akses berbasis zonasi.

Selanjutnya di Pelabuhan Kayangan dan Lembar, implementasi ditandai dengan penguatan pengendalian akses berbasis Face Recognition, penyematan APD secara simbolis kepada perwakilan stakeholder, dan peninjauan langsung kawasan steril.

Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indrayanto, mengatakan pelaksanaan sterilisasi menjadi momentum penting setelah Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 91 Tahun 2021 diterbitkan dan kini dapat dijalankan secara penuh.

"Kami mengapresiasi PT ASDP yang terus berinovasi dan melakukan perubahan yang sangat signifikan. Dengan adanya sterilisasi ini diharapkan keselamatan, keamanan, dan ketertiban di pelabuhan semakin terjamin," jelas Eko.

Sementara itu, Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, mengatakan keberhasilan implementasi serentak ini menjadi buah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses sosialisasi hingga implementasi penuh di lapangan.

"Sterilisasi merupakan langkah bersama dalam membangun budaya operasional yang lebih disiplin, profesional, dan berorientasi pada keselamatan. Ke depan, pelaksanaan ini akan terus dievaluasi dan disempurnakan agar manfaatnya semakin dirasakan oleh pengguna jasa serta seluruh ekosistem pelabuhan," ujar Windy.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads