Pernah Dijajal Prabowo, KA Nusantara Explorer Bakal Layani Rute Ini

Pernah Dijajal Prabowo, KA Nusantara Explorer Bakal Layani Rute Ini

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2026 19:30 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan Nusantara Explorer sebagai kereta wisata yang dikembangkan atas gagasan dan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat.
Foto: Dok. KAI
Jakarta -

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengungkap sejumlah rute yang akan dilintasi Kereta Api (KA) Nusantara Explorer. Berdasarkan studi pemerintah, ia menyebut rute yang akan dilintasi mencakup Yogyakarta dan Semarang.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan rute KA Nusantara Explorer akan diperluas, misalnya hingga Surabaya-Banyuwangi. Sebab, kereta ini memang dirancang sebagai layanan wisata yang dapat beroperasi secara fleksibel sesuai permintaan.

"Ini kan karena wisata, kalau request-nya memang jarak jauh, kemarin ada kemungkinan dari Jakarta sampai ke Banyuwangi, karena mereka akan rute ke selatan untuk melihat pemandangan, kalau permintaanya sampai ke Banyuwangi, ya dilayani sampai Banyuwangi," ungkap Dudy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun demikian, Dudy menyebut operasional KA Nusantara Explorer ini masih akan disempurnakan. Adapun sebelumnya, operasional KA ini juga telah dijajal oleh Presiden Prabowo Subianto.

ADVERTISEMENT

Karenanya, Dudy mengatakan, penyempurnaan operasional akan dilakukan berdasarkan masukan Prabowo. Selanjutnya, KA Nusantara Explorer akan diarahkan untuk perjalanan wisata.

"Kemarin Presiden sudah mencoba penggunaan perdananya, nanti kita sempurnakan berdasarkan apa yang menjadi masukan dari Presiden, kemudian kita akan siapkan untuk wisata khususnya," jelasnya.

Namun demikian, Dudy tak menyebut pasti kapan kereta tersebut diresmikan. Ia juga mengatakan, teknis operasional Nusantara Explorer akan diatur oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.

"Sementara itu kan wisata, jadi on request, tapi teknisnya nanti KAI yang akan mengaturnya, tapi ini lebih kepada kereta untuk wisata," pungkasnya.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads