9 Jalan Nasional di Flores yang Sempat Rusak Akibat Gempa Kini Bisa Dilalui

9 Jalan Nasional di Flores yang Sempat Rusak Akibat Gempa Kini Bisa Dilalui

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2026 19:00 WIB
Sembilan ruas jalan nasional di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali bisa dilalui secara fungsional usai terdampak gempa bumi.
Ilustrasi jalan yang bisa dilalui kembali di Flores, NTT. Foto: Dok. Kementerian PU
Jakarta -

Sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah kembali fungsional dan dapat dilalui masyarakat. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyebut hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah kembali dapat dilalui.

Delapan di antaranya merupakan bagian dari jalur Trans Flores yang menghubungkan Labuan Bajo, Ende, hingga Maumere. Sementara satu ruas lainnya yakni Ruteng-Reo-Kedindi.

Menteri PU Dody Hanggodo telah meninjau langsung kondisi masyarakat dan infrastruktur yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo pada Senin 17 Agustus 2026. Dody meminta Pemerintah Daerah segera menyampaikan data dan lokasi prioritas agar tim teknis dapat langsung melakukan pemeriksaan dan penanganan di lapangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kementerian PU berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas untuk mempercepat pendataan serta penanganan titik-titik kerusakan," tulis keterangan Kementerian PU melalui Instagram resmi @kementerianpu dan @pu_konstruksi_bp2jk.ntt, dikutip Selasa (18/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam proses pemulihan, petugas telah menangani 40 titik longsoran dan empat titik patahan badan jalan. Selain itu, lima titik jembatan dan plat duiker masih dapat difungsikan untuk menjaga mobilitas masyarakat di wilayah terdampak.

Sebagai langkah percepatan penanganan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur mengerahkan tujuh excavator dan empat loader ke sejumlah titik terdampak

Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, serta menjaga akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.

"Pemulihan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat dan kelancaran akses," tutup keterangan Kementerian PU.

(ada/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads