Jalur Darat Terputus, Bantuan Gempa NTT Dikirim Lewat Laut dan Udara

Jalur Darat Terputus, Bantuan Gempa NTT Dikirim Lewat Laut dan Udara

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 20 Agu 2026 16:07 WIB
Sejumlah warga terdampak gempa bumi mengungsi di tenda yang didirikan di dekat rumah mereka di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (19/8/2026). Sebagian warga Pulau Palue yang berpenduduk sekitar 11.000 jiwa dan berjarak 2030 kilometer dari pusat
Foto: ANTARA FOTO/MEGA TOKAN
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan skema distribusi bantuan darurat melalui jalur laut dan udara untuk menembus wilayah-wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, menegaskan dalam kondisi tanggap darurat pihaknya tidak memegang kendali langsung atas distribusi bantuan bencana, namun lebih kepada ketersediaan fasilitas-fasilitas transportasi serta aksesibilitas di lapangan.

Khusus terkait skema distribusi bantuan melalui jalur udara, Kemenhub telah menyiapkan armada pendukung seperti pesawat fixed-wing (baling-baling) dan helikopter untuk membantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menyediakan seperti pesawat fixed-wing atau baling-baling di sana, kemudian juga helikopter untuk membantu BNPB dalam rangka penanganan bencana, baik itu transportasi distribusi bantuan," kata Dudy saat ditemui usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Bersamaan dengan itu, Dudy memastikan seluruh bandara terdampak gempa di NTT masih berfungsi baik, membuat distribusi bantuan darurat melalui jalur udara sangat memungkinkan untuk dilakukan.

ADVERTISEMENT

"Untuk bandara relatif juga untuk runway-nya, kemudian taxi, apron itu kondisinya masih baik. Hanya memang ada beberapa bandara yang terminalnya sedikit retak-retak, tapi itu tidak mengganggu operasional," terangnya.

Lebih lanjut terkait skema distribusi jalur laut, Dudy menyarankan kepada seluruh pihak terkait untuk menggunakan berbagai pelabuhan yang ada di sekitar NTT untuk mengirim bantuan. Menurutnya geografis NTT yang merupakan wilayah kepulauan menjadikan transportasi laut sebagai pengganti akses jalan darat terputus akibat gempa susulan.

"Kami juga menyarankan apabila memang jalur darat agak sulit, mereka bisa dilalui dengan jalur laut, maka bisa dilalui dengan jalur laut. Karena NTT kan kepulauan, jadi kita bisa mengelilingi pulau itu untuk menjangkau wilayah-wilayah yang tidak bisa ditembus jalan darat," jelasnya.

Terkait kondisi infrastruktur transportasi laut, Kemenhub memastikan fasilitas vital berupa pelabuhan di NTT secara umum masih berfungsi baik. Sebab dari tujuh pelabuhan yang ada, kerusakan minor hanya terjadi pada gedung terminal di dua lokasi, sementara sisi laut pelabuhan tetap aman.

"Kondisi pelabuhan, khususnya kondisi sisi laut itu baik. Ada sekitar 7 pelabuhan tapi yang rusak untuk sisi terminalnya ada 2 saja," papar Dudy.

(fdl/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads