LRT Manggarai ke Kelapa Gading Siap Beroperasi, Tarif Khusus sampai Oktober

LRT Manggarai ke Kelapa Gading Siap Beroperasi, Tarif Khusus sampai Oktober

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2026 05:55 WIB
Sejumlah penumpang menunggu rangkaian LRT Jakarta di Stasiun Velodrome, Jakarta Timur, Rabu (17/9/2025).
LRT Jakarta/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

LRT Velodrome-Manggarai dijadwalkan akan diresmikan dan mulai beroperasi hari ini, Rabu (26/8). Tarif operasionalnya akan dipatok flat alias jauh-dekat sama sebesar Rp 5.000 hingga Oktober 2026.

Hal ini disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat agenda peninjauan terakhir jelang peresmiannya, Senin (24/8). Pramono mengatakan, Tarif ini merupakan tarif sementara, mengacu pada yang berlaku saat ini.

"Mengenai tarif, sampai dengan Oktober tarif flat yang ada saat ini Rp 5.000," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dikutip dari unggahan pada akun Instagram pribadinya @pramonoanungw, Selasa (25/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer (km) dan akan melayani 11 stasiun. Trainset LRT Jakarta terdiri dari dua gerbong dengan kapasitas sekitar 270 penumpang.

Pada tahap awal operasional, LRT telah diuji coba untuk mengangkut sekitar 60.000 hingga 80.000 penumpang. Diperkirakan kapasitas maksimalnya bisa mencapai hingga 100.000 penumpang.

ADVERTISEMENT

Setelah peresmiannya, sambung Pramono, pembangunan LRT akan kembali dilanjutkan, satu sisi menuju Stasiun Whoosh yang berlokasi di Halim, dan sisi lainnya menuju kawasan Dukuh Atas.

Masinis bersiap mengoperasikan kereta LRT Jakarta di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta, Kamis (13/8/2026). LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai ditargetkan segera beroperasi.Masinis bersiap mengoperasikan kereta LRT Jakarta di Stasiun LRT Jakarta Manggarai, Jakarta, Kamis (13/8/2026). LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai ditargetkan segera beroperasi. Foto: Gilang Faturahman/detikFoto

Ia juga yakin, LRT Jakarta ini juga akan menjadi backbone baru transportasi Ibu Kota. Hal ini didukung dengan pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di beberapa titik sepanjang jalur, salah satunya di kawasan Jakarta International Equestrian Park Pulomas, Jakarta Timur.

"Jadi backbone baru. Kalau di sini kan (daerah permukiman) padat penduduk, industri. Ini potensi TOD paling besar di sini (kawasan equestrian). Dibuat TOD yang bagus sekalian," katanya.

(shc/eds)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads