KNKT Ungkap Temuan Kecelakaan KRL Bekasi: Lampu Sinyal Mirip Lampu Rumah

KNKT Ungkap Temuan Kecelakaan KRL Bekasi: Lampu Sinyal Mirip Lampu Rumah

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2026 17:34 WIB
Technicians work at site after a deadly collision between a commuter line train and a long-distance train, in Bekasi, on the outskirts of Jakarta, Indonesia, April 28, 2026. REUTERS/Willy Kurniawan
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Jakarta -

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bakal merilis hasil investigasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Bekasi, Jawa Barat, dalam waktu 3-4 minggu ke depan.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan pihaknya telah menyelesaikan draf final laporan investigasi. Selanjutnya, KNKT akan meminta tanggapan dari sejumlah pihak terkait, mulai dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), PT Kereta Api Indonesia (KAI), hingga PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

"Draft finalnya sudah jadi, tinggal kita minta komentar dari pihak-pihak terkait seperti dari DJKA, dari KAI, dari KCI. Komentarnya apa terhadap draft laporan yang kita sudah selesaikan itu. Sehingga kita harapkan 3-4 minggu lagi laporan itu bisa kita selesaikan," ujar Soerjanto kepada detikcom di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (26/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski belum membeberkan hasil investigasi secara keseluruhan, Soerjanto mengungkap salah satu temuan dalam investigasi tersebut. KNKT menemukan persoalan pada tampilan lampu sinyal yang dinilai mirip dengan lampu penerangan rumah di bantaran rel. Kondisi itu disebut dapat membuat masinis kebingungan.

"Ya seperti masalah lampu sinyal yang sama dengan lampu rumah-rumah sama pasar itu yang sehingga membingungkan masinis untuk mengidentifikasi sinyalnya datar, miring, atau tegak gitu loh," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan kronologi kecelakaan kereta api maut yang terjadi di Bekasi, Jawa Barat. Saat itu terjadi dua insiden kecelakaan, salah satunya yang paling parah, yakni KRL ditabrak KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek.

Dalam keterangan resminya, Selasa (28/4/2026), Dudy memaparkan insiden bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang menabrak sebuah mobil di perlintasan sebidang JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan KNKT untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.

Dudy menegaskan pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif," kata Dudy.

Evakuasi korban langsung dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan risiko tambahan dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban. Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan.

"Mohon doanya dari masyarakat semoga proses evakuasi ini dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api," beber Dudy.

Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta hak-hak sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional. Hingga saat ini, pendataan jumlah korban masih terus dilakukan.

Untuk mendukung kelancaran penanganan, dilakukan penyesuaian operasional perjalanan KRL yang sementara hanya sampai Stasiun Bekasi.

Lihat juga Video 'Perjalanan KRL Jakarta-Bogor Sempat Terganggu Imbas Tawuran di Dekat Rel':

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads