Bundaran HI, Langkah Kaki, dan Kota Kecil di Bawah Tanah

Bundaran HI, Langkah Kaki, dan Kota Kecil di Bawah Tanah

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 26 Agu 2026 22:56 WIB
PT MRT bangun pedestrian bawah tanah Bundaran HI
PT MRT bangun pedestrian bawah tanah Bundaran HI.Foto: Shafira Cendra Arini/detikcom
Jakarta -

Bundaran HI, ruang padat yang terus bergerak, berputar seirama dalam satu lingkaran di jantung Ibu Kota. Di jalanan itu, jutaan langkah kaki berkelindan-berlari, berpindah moda, dan menyusuri simpul-simpul transportasi menuju tempat tujuan.

Di atas tanah, Bundaran HI tak pernah benar-benar diam. Gedung-gedung tinggi berdiri mengapit salah satu kawasan paling sibuk di Jakarta, sementara kendaraan, transportasi umum, dan pejalan kaki terus berbagi ruang yang sama.

Di antara arus itu, ruang menjadi sesuatu yang mahal. Bagi para komuter, jarak bisa berarti panas matahari, hujan, atau sekadar waktu yang terbuang untuk berpindah dari satu moda ke tujuan berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kelak sebagian perjalanan itu tak lagi harus dilakukan di permukaan. Jauh di bawah hiruk-pikuk Jalan MH Thamrin, ruang baru tengah dibentuk. Bukan jalan raya, bukan pula sekadar lorong untuk keluar-masuk stasiun.

Jakarta yang selama ini tumbuh ke atas, kini perlahan menambah ruangnya ke bawah. Di Bundaran HI, ruang itu hadir melalui proyek Extended Concourse. Bermula dari area Stasiun MRT Bundaran HI, Extended Concourse dikembangkan menjadi ruang multifungsi.

ADVERTISEMENT

"Extended Concourse harus bisa mengubah ruang transit jadi ruang multifungsi untuk melayani orang-orang yang bergerak," kata Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) Yulham Ferdiansyah Roestam di Kantor PT MRT Jakarta (Perseroda), Jakarta Pusat, ditulis Rabu (26/8/2026).

Artinya, Extended Concourse tak berhenti sebagai jalur yang membawa penumpang dari satu titik ke titik lain. Ruang di bawah tanah itu juga disiapkan untuk menampung aktivitas yang mengikuti pergerakan manusia.

Area tersebut didesain memiliki luas 4.439 meter persegi. Tidak hanya didesain sebagai jalur perpindahan penumpang, ruang tersebut akan memuat 24 area multifungsi yang bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk ritel, makanan dan minuman (F&B), hingga aktivitas gaya hidup.

Ada perbedaan cara orang diharapkan menggunakan ruang tersebut. Bila ekosistem MRT Fase 1 diarahkan untuk membentuk kebiasaan grab-and-go, Extended Concourse Bundaran HI justru dirancang agar orang bertahan lebih lama.

Konsepnya diarahkan menjadi one-stop shopping destination, tempat perjalanan tidak melulu soal berpindah dari satu titik ke titik lain. Langkah kaki yang semula hanya lewat, nantinya bisa berhenti untuk makan, berbelanja, atau melakukan aktivitas lainnya.

Dari Stasiun, Menembus Gedung

Bayangkan perjalanan itu dimulai dari Stasiun MRT Bundaran HI. Alih-alih langsung naik ke permukaan, langkah kaki bisa bergerak lebih jauh ke dalam concourse.

Di salah satu ujungnya, langkah kaki akan bermuara ke sisi barat kawasan. Di sana, akses baru disiapkan menuju Plaza Indonesia dan Hotel Grand Hyatt. Sementara di sisi lainnya, Muara Timur akan membawa pejalan kaki menuju Wisma Nusantara dan Hotel Pullman.

"Nanti pada saat mereka sudah siap, mereka bangun, mereka tinggal menurunkan knockdown panelnya dan langsung tersambung," ujar Yulham.

Extended concourse disiapkan dengan dukungan fasilitas tangga, lift, hingga eskalator di masing-masing sisi muara. Yulham menambahkan, juga akan ada akses yang tersambung langsung antara Stasiun MRT Bundaran HI dengan Halte TransJakarta.

Dalam rencana besarnya, proyek ini akan terhubung dengan gedung-gedung lainnya di kawasan Bundaran HI, seperti area Hotel Mandarin Oriental serta Grand Indonesia dan Hotel Kempinski. Dengan demikian, nantinya Bundaran HI akan punya jaringan pejalan kaki bawah tanah yang menghubungkan keempat hotel mewah di kawasan tersebut.

Jika seluruh koneksi itu terealisasi, langkah kaki di Bundaran HI tak lagi berhenti di pintu keluar stasiun. Ia bisa terus bergerak dari satu bangunan ke bangunan lain melalui jaringan bawah tanah.

Namun, semakin banyak titik yang terhubung, semakin banyak pula langkah kaki yang akan bermuara di ruang yang sama. Karena itu, Extended Concourse menjadi penting, tidak hanya disiapkan untuk memperpendek perjalanan pejalan kaki, tetapi juga menyiapkan ruang untuk menampung pergerakan yang terus bertambah.

Apalagi, jaringan MRT Jakarta juga terus diperpanjang, membawa lebih banyak penumpang menuju Bundaran HI. Stasiun yang hari ini melayani sekitar 11.000 pengguna diproyeksikan akan menerima tambahan sekitar 6.000 penumpang setelah perpanjangan rute menuju Thamrin dan Monas beroperasi.

Artinya, ruang yang harus menampung pergerakan manusia di Bundaran HI pun ikut membesar. Bukan hanya di dalam kereta atau peron, tetapi juga beberapa langkah setelah pintu kereta terbuka.

Menciptakan ruang baru di tengah padatnya Bundaran HI tentu bukan perkara sederhana. Apalagi, ruang tersebut tidak dibangun ke samping atau ke atas, melainkan jauh di bawah permukaan jalan.

Untuk mewujudkan Extended Concourse seluas 4.439 meter persegi, Anak usaha PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) menyiapkan investasi sekitar Rp 200 miliar yang bersumber dari dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB).

(shc/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads