Pengguna jalan yang hendak menuju Pluit dari Tol Jembatan Tiga perlu mencari jalur alternatif. Pasalnya, akses keluar tol menuju kawasan tersebut akan ditutup sementara mulai 4 September 2026 pukul 22.00 WIB hingga 31 Juli 2027.
Akses yang terdampak merupakan bagian dari ruas Tol Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Jembatan Tiga/Pluit. Penutupan dilakukan menyusul pengerjaan proyek Harbour Road (HBR) II (elevated) yang beririsan dengan Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono.
Operator jalan tol, PT Citra Nusaphala Persada Tbk (CMNP), menyampaikan bahwa penutupan sementara ini bertujuan menjaga keselamatan pengguna jalan, serta memastikan pelaksanaan proyek HBR II berjalan lancar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul, langkah penutupan sementara ini merupakan upaya menjaga keselamatan bagi pengguna jalan serta memastikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan berjalan secara optimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan baik pengguna jalan maupun petugas di lapangan," ungkap Direktur CMNP, Djoko Sapto M. Mulyo, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Djoko menjelaskan, pembangunan proyek HBR II menjadi bagian dari pengembangan ruas Jalan Tol Ir. Wiyoto Wiyono. Proyek ini diharapkan bisa mengurangi kemacetan dan meningkatkan mobilitas barang-jasa, termasuk menambah konektivitas jalan tol.
CMNP telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menyiapkan pengaturan lalu lintas untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat selama masa penutupan berlangsung. Perseroan mengimbau seluruh pengguna untuk dapat mengantisipasi perjalanan dengan melalui jalur alternatif sesuai rekayasa lalu lintas yang berlaku.
Rekayasa lalu lintas dilakukan bagi pengguna jalan yang akan menuju JI. Gedong Panjang dan JI. Pluit Selatan Raya dapat keluar melalui exit Tol Sunda Kelapa/Glodok, dan bagi pengguna jalan yang akan menuju JI. Prof. Dr. Latumeten dapat keluar melalui exit Tol Angke/Pejagalan/Glodok.
Perusahaan juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas lapangan demi keamanan dan kelancaran perjalanan. Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan konektivitas kawasan untuk mengurai kemacetan dan menurunkan biaya logistik.
(ily/hns)









































