PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI berencana membangun travelator untuk menyambungkan Stasiun Karet ke Stasiun BNI City. Rencana ini dilakukan menyusul pemberhentian operasi Stasiun Karet mulai 1 September 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan Stasiun Karet telah siap diberhentikan operasionalnya. Adapun pembangunan travelator ditargetkan rampung dalam kurun waktu 70 hari.
"Mantap pokoknya mantap. (Persiapan pembangunan travelator?) 70 hari sejak besok," ungkap Bobby kepada wartawan di Menara 2 BTN, Jakarta, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Travelator sendiri adalah sejenis jalur berjalan otomatis yang dapat mempercepat perpindahan orang. Cara kerjanya mirip seperti eskalator hanya saja travelator berjalan datar tidak memindahkan orang secara vertikal. Travelator sering digunakan di bandara untuk mempercepat mobilitas di terminal penumpang.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan pembangunan travelator diharapkan bisa rampung sesuai target yang ditetapkan KAI. Menurutnya, pembangunan travelator juga tidak membutuhkan waktu yang lama.
"70 hari sih nggak sampai, sekarang September, Oktober mungkin ya, akhir Oktober. Sebelum natal mungkin," jelas Dudy di tempat yang sama.
Sebagai informasi, KAI Commuter mengumumkan akan menutup operasional Stasiun Karet mulai 1 September 2026. Operasional penumpang di stasiun tersebut akan dialihkan ke Stasiun BNI City.
Perubahan ini disebabkan proses pekerjaan integrasi Stasiun BNI City dengan Stasiun Karet yang dilakukan KAI Daop 1 Jakarta dan KAI Commuter. Hari ini menjadi terakhir kali Stasiun Karet beroperasi melayani penumpang.
"Mulai 1 September 2026, seluruh operasional di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City. Rekan Commuters yang sebelumnya naik dan turun di Stasiun Karet dapat menggunakan akses selasar di samping Stasiun Karet untuk menuju Stasiun BNI City," tulis akun X KAI Commuter.
(ahi/hal)









































