Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama TNI tengah memeriksa kondisi Jembatan Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, yang ambruk saat prosesi peresmian jembatan berlangsung pada Minggu (30/8/2026) sore.
Diketahui, jembatan ini ambruk karena tali sling yang menjadi penahan jembatan gantung tersebut terlepas akibat kelebihan beban (overcapacity) saat dilintasi puluhan orang secara bersamaan saat peresmian oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyam.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan apakah jembatan tersebut masih bisa direnovasi atau harus dibangun ulang. Meski dalam informasi terakhir yang diterimanya, jembatan ini memang seharusnya dibangun ulang karena sudah tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kami bersama-sama TNI masuk untuk mengecek ulang, apakah memang masih bisa direnovasi atau harus bangun ulang. Sepertinya sih, dari tadi pagi saya diinfokan, kita mesti bangun ulang karena itu sudah jembatan tahun 1992," kata Dody usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).
Ia mengatakan berdasarkan pemeriksaan terakhir, tali sling penahan jembatan sudah tidak layak digunakan, belum lagi banyak bagian yang sudah keropos pada badan dan tali jembatan. Hal inilah yang membuat pembangunan ulang jembatan menjadi pilihan paling memungkinkan.
"Sling-slingnya sudah tidak proper lagi, terus kabelnya juga sudah keropos sana-sini. Jadi most likely kita mesti bangun ulang bersama TNI," tegasnya.
Sebagai informasi, insiden ambruknya Jembatan Pongpet di Pangandaran bermula ketika rombongan Forkopimda bersama Bupati dan Dandim melintasi jembatan usai agenda penyambutan. Secara mendadak, tali sling sebelah kanan beserta blok angkur terlepas dan putus.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun beberapa orang dari unsur Kodim, pemerintah daerah, serta masyarakat yang sempat terjatuh hanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan pertolongan medis secara cepat.
Kendati demikian, rangka dan konstruksi bagian bawah jembatan sepanjang 60 meter tersebut dipastikan masih dalam kondisi utuh. Berdasarkan spesifikasi teknis, jembatan tersebut dirancang dengan daya tampung beban maksimal 2 ton, dengan aturan penggunaan aman di kisaran 60% kapasitas.
(igo/fdl)









































