Kondisi Stasiun Bogor dan Rangkasbitung Usai Jalani Penataan

Kondisi Stasiun Bogor dan Rangkasbitung Usai Jalani Penataan

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 12 Sep 2026 22:21 WIB
Penataan Stasiun Bogor
Penataan Stasiun Bogor.Foto: Dok. KAI Properti
Jakarta -

KAI Properti menjaga kualitas aset perkeretaapian melalui pengembangan fasilitas di Stasiun. Contohnya di Stasiun Bogor dan Rangkasbitung.

Di Stasiun Bogor, pengembangan ini berupa perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 yang telah beroperasi sejak 18 Juni 2026.

Pengembangan kapasitas didorong oleh tingginya tingkat aktivitas perjalanan di stasiun tersebut. Berdasarkan data KAI, layanan Bogor Line melayani 105.704.913 pengguna sepanjang periode Januari-Agustus 2026, dengan rata-rata sekitar 435 ribu pengguna per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Stasiun merupakan bagian penting dari ekosistem transportasi yang memiliki peran besar dalam mendukung mobilitas masyarakat," ungkap Manager Corporate Communication KAI Properti, Bramantya Candrika, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Penataan Stasiun BogorPenataan Stasiun Bogor Foto: Dok. KAI Properti

Perpanjangan peron dilakukan untuk mendukung operasional rangkaian KRL Commuter Line dengan formasi 12 kereta (SF12) yang memiliki kapasitas lebih besar.

ADVERTISEMENT

Melalui pekerjaan ini, fasilitas peron dapat mengakomodasi operasional rangkaian KRL dan mendukung kelancaran naik turun pengguna di Stasiun Bogor.

Adapun rincian pekerjaan peron mencakup peron jalur 6 dan 7 yang diperpanjang dari 201 meter menjadi 251 meter, sementara peron jalur 8 yang diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter. KAI Properti juga membangun struktur peron dan hall, pemasangan jalur rel, dan pekerjaan terkait Listrik Aliran Atas (LAA).

KAI Properti juga meningkatkan fasilitas pendukung di area Stasiun Bogor melalui pemasangan kanopi pada peron 4 dan 5. Pelaksanaan pekerjaan juga dilakukan bertahap dan bergantian untuk menjaga keselamatan dan kelancaran aktivitas pengguna dan perjalanan kereta api.

"Pelaksanaan pekerjaan di kawasan stasiun aktif membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang baik. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar proses pengembangan fasilitas tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kualitas pekerjaan, serta keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan," tambah Bramantya.

Beautifikasi Bangunan Heritage Stasiun Rangkasbitung

KAI Properti juga melaksanakan beautifikasi bangunan heritage di Stasiun Rangkasbitung sebagai bagian dari pengembangan aset perkeretaapian terkait nilai sejarah, fungsi bangunan, serta kebutuhan mobilitas masyarakat.

Pekerjaan beautifikasi dimulai sejak Mei 2026 dengan melakukan penataan berbagai elemen bangunan, mulai dari struktur hingga arsitektur. Lingkup pekerjaan mencakup penataan elemen arsitektur bangunan heritage, perbaikan dinding, plafon, lantai, kusen, pintu, jendela, hingga elemen atap dengan tetap mempertahankan karakter bangunan.

Penataan Stasiun RangkasbitungPenataan Stasiun Rangkasbitung Foto: Dok. KAI Properti

Selain penataan elemen heritage, KAI Properti juga melakukan peningkatan fasilitas pendukung pada bangunan heritage Stasiun Rangkasbitung melalui pekerjaan instalasi elektrikal, plumbing dan sanitair, penataan pagar heritage, perbaikan saluran, pemasangan bio septic tank, serta penataan lanskap kawasan stasiun.

"Penataan Stasiun Rangkasbitung dirancang untuk menciptakan keseimbangan antara nilai sejarah dan fungsi pelayanan," jelas Bramantya.

Adapun saat ini, Stasiun Rangkasbitung aktif melayani perjalanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA Lokal Merak. Sepanjang Januari-Juli 2026, Stasiun Rangkasbitung mencatat 8.307.042 pergerakan penumpang melalui layanan Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang dan KA Lokal Merak.

"Melalui beautifikasi Stasiun Rangkasbitung, KAI Properti menghadirkan pendekatan penataan yang menjaga identitas heritage dan mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat," jelasnya.

Penataan Stasiun RangkasbitungPenataan Stasiun Rangkasbitung Foto: Dok. KAI Properti

Selain penataan bangunan, KAI Properti juga melakukan pengembangan fasilitas pendukung berupa bangunan baru dua lantai untuk menyesuaikan kebutuhan ruang di area stasiun. Pekerjaan tersebut mencakup struktur bangunan, arsitektur, serta instalasi pendukung sesuai kebutuhan ruang.

"Kami ingin Stasiun Rangkasbitung tetap menjadi bagian dari perjalanan masyarakat dengan identitas sejarah yang kuat. Melalui penataan ini, aset heritage dapat terus memberikan nilai, fungsi, dan manfaat bagi masyarakat di masa kini maupun masa mendatang," tutup Bramantya.

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads