Pemerintah menargetkan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) rampung dibangun hingga akhir tahun 2029. Program ini dianggap sebagai salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap para nelayanan Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, pembangunan KNMP akan dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini ditargetkan sebanyak 1.300, kemudian dua tahun selanjutnya ditargetkan masing-masing 2.000 KNPM.
"Para nelayan kita yang nggak pernah diperhatikan selama sekian puluh tahun, kita tahun ini akan menyelesaikan 1.300 kampung nelayan. Tahun depan sasaran kita 2.000 kampung nelayan. Tahun 2028, 2.000 lagi," ungkap Prabowo dalam sambutannya di HUT ke-28 Partai Amanat Nasional, dikutip dari YouTube PAN TV, Jumat (18/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan, KNPM nantinya akan memiliki fasilitas seperti balai lelang, akses kapal, cold storage, bengkel, pabrik es, hingga pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Bahkan jika perlu, ia juga tak ragu membangun lapangan terbang.
"Kalau perlu kita akan bikin lapangan terbang dekat kampung-kampung nelayan itu supaya ikan yang bernilai, masih segar bisa diangkut dengan pesawat menuju pasar-pasar dunia," kata Prabowo.
Prabowo menambahkan, pemerintah telah memesan sedikitnya 1.500 kapal nelayan dengan kapasitas di atas 100 Gross Ton (GT). Kapal-kapal tersebut nantinya akan disalurkan untuk mendukung aktivitas nelayan di berbagai kampung nelayan.
"Juga akan segera kita sudah pesen minimal 1.500 kapal nelayan yang di atas 100 Gross Ton. Yang lebih kecil akan kita adakan segera untuk disampaikan ke kampung-kampung nelayan tersebut," pungkasnya.
(hns/hns)









































