Bakal Ada Gedung Baru di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Bocorannya

Bakal Ada Gedung Baru di Bandara Soekarno-Hatta, Ini Bocorannya

Andi Hidayat - detikFinance
Sabtu, 26 Sep 2026 20:57 WIB
proyek Integrated Building di Bandara Internasional Soekarno-Hatta
Proyek Integrated Building di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) menggarap proyek pembangunan Integrated Building di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Fasilitas ini diproyeksikan sebagai titik temu antar moda transportasi dalam satu kawasan yang ditargetkan operasional pada Februari 2027.

Integrated Building ini dibangun di antara Terminal 1 dan Terminal 2, fasilitas ini memiliki luas lahan 18.487 m² dan luas bangunan sekitar 60.000 m². Fasilitas ini dirancang untuk menghubungkan berbagai moda, seperti Skytrain, Kereta Bandara, kendaraan pribadi, taksi, bus, shuttle bus, hingga angkutan antarkota.

Fasilitasnya dilengkapi area parkir, drop-off dan pick-up, ruang tunggu penumpang, serta area komersial. Bangunan ini terdiri atas Gedung Sayap Selatan dengan dua lantai dan Gedung Sayap Utara dengan tiga lantai, termasuk mezzanine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tata ruang bangunan juga dirancang untuk mendukung pergerakan penumpang, kendaraan, serta perpindahan antarmoda di kawasan bandara. Pembangunan dilakukan dengan material utama seperti besi dan beton, di mana pasokan besi berasal dari Surabaya dan beton dari wilayah sekitar Bandar Udara Soekarno-Hatta.

Pembangunan fasilitas di kawasan bandara memiliki tantangan tersendiri karena konstruksi berlangsung di tengah aktivitas operasional yang tetap berjalan. Dalam pengerjaan proyek, Hutama Karya menggunakan Building Information Modelling (BIM) 5D, termasuk untuk menghitung kebutuhan material utama.

ADVERTISEMENT

"Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan pengendalian pekerjaan yang baik, mulai dari pelaksanaan konstruksi hingga aspek keselamatan dan keamanan. Hutama Karya menerapkan prinsip _Quality, Health, Safety, Security, and Environment_ (QHSSE) untuk menjaga kualitas pekerjaan sekaligus memastikan proses konstruksi berlangsung secara aman dan tertib," ujar Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Hamdani dalam keterangan tertulis Sabtu (26/9/2026).

Pemodelan digital ini juga membantu tim melihat keterkaitan pekerjaan, mendeteksi potensi clash, serta mengendalikan pekerjaan struktur, arsitektur, dan mekanikal, elektrikal, serta plumbing (MEP).

Integrated Building menggabungkan desain modern-kontemporer dengan unsur budaya lokal. Hal ini terlihat pada fasad berbahan panel Glass-Fiber Reinforced Concrete (GRC) berwarna oranye-terakota dengan motif Mega Mendung khas batik Cirebon.

Panel tersebut disusun secara modular dan berlubang, serta dipadukan dengan void yang menghadirkan ruang hijau di dalam bangunan. Hutama Karya berkomitmen untuk mendukung pengembangan infrastruktur transportasi yang terintegrasi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads