Merger PT PP & Adhi Karya Dikebut Tahun Ini, BUMN Karya Lain Gimana?

Merger PT PP & Adhi Karya Dikebut Tahun Ini, BUMN Karya Lain Gimana?

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2026 13:51 WIB
PT Hutama Karya (Persero) menggarap proyek rehabilitasi jalan utama di Kota Maliana, sebagai pusat perekonomian di wilayah Distrik Bobonaro yang merupakan kota terbesar ketiga di Timor Leste. Panjang jalan mencapai 18,8 km, dengan nilai proyek US$ 21
Ilustrasi / Foto: Dok. Hutama Karya
Jakarta -

COO Danantara Dony Oskaria mengungkapkan kabar terbaru soal rencana merger perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN Karya. Ia mengatakan merger PT PP (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk akan menjadi yang paling cepat dilakukan. Targetnya bisa dilakukan tahun ini.

Kemudian akan dilakukan merger PT Brantas Abipraya (Persero) dan, PT Nindya Karya (Persero). Dony mengatakan rencana merger empat perusahaan konstruksi pelat merah ini lebih mudah dibandingkan perusahaan lainnya seperti PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

"(PTPP & ADHI) Ini akan paling cepat. Dulu saya sampaikan juga ke publik bahwa merger PP, Adhi Karya, kemudian Brantas dan Nindya Karya ini akan kita selesaikan. Ini yang paling mudah untuk dilakukan mergernya. Sehingga kita mulai melakukan merger ini dulu. Kemudian baru berikutnya perusahaan yang harus kita restrukturisasi," kata Dony di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau Wika dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Dony mengatakan merger perusahaan itu membutuhkan penanganan lebih lanjut. Pasalnya, Danantara masih perlu melakukan restrukturisasi, divestasi aset, hingga menurunkan utang kedua perusahaan tersebut.

"Restrukturisasi itu ada WIKA, Waskita, terutama sekali WIKA dan Waskita. Kalau Hutama Karya, mereka relatif sehat. Jadi, hanya WIKA, Waskita yang akan menjadi persoalan karena membutuhkan effort kita untuk melakukan restrukturisasi, divestasi aset mereka, menurunkan hutangnya, sisanya akan kita restrukturisasi," terangnya.

ADVERTISEMENT

Selain BUMN Karya, Dony juga menargetkan proses merger perusahaan asuransi milik negara rampung pada akhir 2026. Konsolidasi akan mencakup bisnis asuransi jiwa, asuransi umum, hingga asuransi kredit.

"Merger asuransi juga sedang terjadi. Dan akhir tahun ini sudah harus terjadi. Terutama dari life Insurance, kita akan go, kemudian general insurance juga, dan yang terakhir credit insurance. Ini kita harapkan akhir tahun sudah selesai," katanya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads