INKA Belum Sanggup, KAI Bisa Ambil Pilihan Impor KRL dari Jepang

INKA Belum Sanggup, KAI Bisa Ambil Pilihan Impor KRL dari Jepang

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2026 14:39 WIB
Petugas berjalan di dekat sejumlah rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Dipo KRL Depok, Jawa Barat, Jumat (5/7/2024). PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah impor KRL baru dari China sebanyak 8 rangkaian kereta atau trainset senilai Rp2,20
Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Jakarta -

COO Danantara Dony Oskaria mengungkap rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan impor kereta rel listrik (KRL) dari Jepang merupakan pilihan yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi publik.

Meskipun, Danantara sendiri sebelumnya mendorong agar KAI dalam melakukan perawatan dan pembelian kereta dari PT INKA. Dony menjelaskan bahwa langkah impor ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa kapasitas produksi INKA masih terbatas.

"Betul, makanya proses transformasi INKA ini kan sedang berjalan, ya. Tapi kapasitas produksi mereka kan juga sangat terbatas, kan? Jadi ada pilihan-pilihan yang harus kita buat nih," ujar Dony di Tribrata Hotel, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih kata Dony, KAI mempunyai rencana elektrifikasi di jalur Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Merak yang membutuhkan sarana KRL. Hanya saja, keputusan rencana impor belum bulat, Ia mengatakan masih perlu ada pembahasan terkait rencana pengadaan sarana KRL yang dibutuhkan dengan produksi INKA.

"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif," katanya.

ADVERTISEMENT

Adapun hari ini dirinya, akan bertemu dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk membahas rencana impor KRL tersebut.

"Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak (Menhub). Ini hari Jumat, kan ya? Iya. Harus nya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi berkait dengan itu," ujar Dony.

"Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya. Mana keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga, kan? Tapi nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub," sambungnya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengusulkan impor kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas dari Jepang. Usulan ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kepada Komisi VI DPR dan disetujui.

Rinciannya, Bobby menyatakan pihaknya membutuhkan tambahan 23 trainset untuk operasional KRL Jabodetabek. Puluhan rangkaian ini rencananya akan dipenuhi dengan pengadaan KRL bukan baru. Kebutuhan itu dibagi menjadi dua, pertama ada 7 trainset dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta atau SF8.

Kebutuhan tambahan armada muncul seiring lonjakan pengguna KRL Jabodetabek. Menurut Bobby, jumlah penumpang pada semester I-2026 tumbuh 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads