Aspal dari Buton Mau Jadi Andalan Nasional, Teknologinya Makin Canggih

Aspal dari Buton Mau Jadi Andalan Nasional, Teknologinya Makin Canggih

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Jumat, 02 Okt 2026 13:45 WIB
Aspal Buton
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Aspal Buton atau Asbuton mulai didorong untuk tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga diolah menjadi bahan baku untuk industri aspal nasional.

Pengembangan teknologi pengolahan Asbuton kini masuk tahap hilirisasi. Teknologi tersebut dikembangkan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dengan dukungan Aspindo Group.

ITS mengoperasikan Laboratorium Teknologi Aspal Buton Berkelanjutan pada Rabu (30/9). Laboratorium ini digunakan untuk mendukung riset pengolahan Asbuton, termasuk teknologi hidrotermal yang diklaim mampu memisahkan kandungan aspal dari mineral Asbuton dengan tingkat efisiensi lebih dari 95%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rektor ITS Bambang Pramujati mengatakan pengoperasian laboratorium tersebut menjadi bagian dari pengembangan teknologi pengolahan Asbuton di dalam negeri.

"Kepercayaan yang diberikan ini menjadi bukti nyata bahwa rangkaian riset hulu hingga hilir karya peneliti ITS memiliki nilai strategis yang besar bagi percepatan pembangunan nasional," ujar Bambang.

ADVERTISEMENT

Teknologi tersebut dipelopori Susianto, dosen Departemen Teknik Kimia ITS, yang telah meneliti pemisahan Asbuton sejak 2006.

Dari sisi industri, Aspindo Group menyiapkan dukungan untuk membawa teknologi tersebut ke tahap pengujian, produksi, hingga distribusi.

CEO Aspindo Group Bobby Hartawan Wijaya mengatakan teknologi pengolahan dengan efisiensi di atas 95% dapat membuka peluang pemanfaatan Asbuton dalam industri aspal nasional.

"Efisiensi ekstraksi hingga di atas 95 persen adalah terobosan yang kita butuhkan untuk menjadikan asbuton sebagai tuan rumah di negeri sendiri," kata Bobby.

Bobby mengatakan Aspindo Group akan mendukung pengujian lanjutan hingga teknologi tersebut masuk tahap produksi.

"Aspindo Group bangga dan siap mendukung penuh proses pengujian lanjutan serta hilirisasi riset ini agar segera meluncur ke tahap produksi nasional," lanjutnya.

Selain produksi, distribusi Asbuton juga disiapkan. Aspindo menyebut memiliki empat terminal aspal, sekitar 200 truk tanker, serta dua kapal tanker aspal khusus untuk distribusi melalui jalur darat dan laut.

"Komitmen Aspindo Group adalah memastikan hasil hilirisasi asbuton berteknologi tinggi ini nantinya dapat terdistribusi secara lancar, efisien, dan merata untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun rantai pengolahan Asbuton mulai dari riset, pengujian, produksi, hingga distribusi.

Jika teknologi tersebut dapat diterapkan dalam skala industri, pemanfaatan Asbuton sebagai sumber bahan baku aspal dalam negeri berpotensi semakin luas untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur.

(fdl/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads