Eskalator Stasiun Duri Tiba-tiba Mundur, Ini Penyebabnya

Eskalator Stasiun Duri Tiba-tiba Mundur, Ini Penyebabnya

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2026 14:53 WIB
Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih diperbaiki usai insiden mendadak mundur (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Foto: Eskalator di Stasiun Duri, Jakarta Barat, masih diperbaiki usai insiden mendadak mundur (Rizky Adha Mahendra/detikcom)
Jakarta -

KAI Commuter mengungkap penyebab gangguan eskalator di Stasiun Duri, Jakarta, yang berdampak pada 12 pengguna pada Sabtu (3/10/2026) kemarin. Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan KAI Commuter dan mitra menunjukkan gangguan terjadi pada sistem penggerak eskalator.

"KAI Commuter, KAI dan mitra bersama-bersama telah melakukan pengecekan. Ditemukan gangguan pada sistem penggerak," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10/2026).

Karina menyampaikan, perbaikan akan dilakukan secara intensif oleh tim teknis untuk memastikan eskalator dapat berfungsi dengan baik dan juga akan dilakukan uji kelayakan sebagai aspek keselamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama proses perbaikan eskalator ini, untuk sementara waktu pengguna menggunakan tangga manual dan untuk pengguna prioritas dapat menggunakan lift di belakang musholla.

ADVERTISEMENT

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Untuk waktu perbaikan akan kami lakukan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna pada saat menggunakan eskalator," tambahnya.

KAI Commuter mengimbau kepada seluruh pengguna Commuter Line yang akan transit atau keluar dan masuk di Stasiun Duri, untuk tetap mengutamakan keselamatan dengan tidak terburu-buru dan berlari pada saat akan berpindah peron.

"Kejadian ini menjadi pembelajaran kami untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap fasilitas-fasilitas layanan tidak hanya di Staisun Duri namun juga di stasiun-stasiun lainnya, sehingga kejadian yang sama tidak terulang lagi," kata Karina.

Dari 12 orang yang terdampak gangguan eskalator kemarin, Karina mengatakan, sebanyak 7 orang sudah melanjutkan perjalanan, 5 orang dirujuk ke RS Duta Indah yang mana 3 orang diantaranya sudah kembali ke rumah dan 2 orang masih dalam perawatan. Untuk pembiayaan selama proses perawatan menggunakan asuransi Jasa Raharja Putra (JRP).

"Kami telah berkordinasi dengan JRP untuk jaminan pembiayaan kepada seluruh pengguna yang berdampak selama masa perawatan dan pengobatan," jelas Karina.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads