Pramono Ogah Bikin Proyek Mercusuar di Jakarta, Ini Alasannya

Pramono Ogah Bikin Proyek Mercusuar di Jakarta, Ini Alasannya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Selasa, 06 Okt 2026 19:00 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tidak ingin membangun proyek yang bersifat mercusuar selama memimpin Jakarta. Ia memilih menyelesaikan sejumlah proyek maupun pekerjaan yang belum tuntas dari masa gubernur-gubernur sebelumnya.

Pramono mengatakan, proyek yang dikerjakan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya pembangunan proyek besar menjadi kurang berarti apabila manfaat yang dirasakan masyarakat tidak sebanding.

"Saya memang tidak ingin melakukan sesuatu yang bersifat mercusuar, tetapi dampaknya ataupun manfaatnya bagi masyarakat sebenarnya tidak terlalu banyak," kata Pramono dalam acara Peluncuran Konsep Desain Transformasi Kawasan Blok M Fase Ultimate di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono mengatakan, dalam berbagai kesempatan dirinya telah menegaskan komitmen untuk menuntaskan pekerjaan yang belum selesai dari pemerintahan sebelumnya. Salah satu yang disinggung adalah pembangunan LRT Jakarta.

ADVERTISEMENT

Ia kemudian menceritakan perjalanan pembangunan LRT Jakarta yang bermula dari Kelapa Gading hingga Velodrome. Menurut Pramono, proyek tersebut diputuskan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta untuk mendukung penyelenggaraan Asian Games.

Pembangunan kemudian dilanjutkan dari Velodrome menuju Manggarai pada masa Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Pramono mengatakan dirinya ketika itu turut terlibat dalam pembahasan kelanjutan proyek dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Kabinet.

"Saya juga nggak nyangka pada waktu itu dalam rapat, dan saya sudah baca risalah rapatnya, akhirnya diputuskan untuk dilanjutkan," jelas Pramono.

Ia menilai kelanjutan pembangunan tersebut berdampak terhadap jumlah penumpang. Jumlah penumpang yang sebelumnya rata-rata sekitar 4.000 orang kini telah berada di kisaran 9.000 hingga 10.000 orang meskipun masih terdapat tiga stasiun yang belum beroperasi penuh.

"Ada 3 stasiun yang belum beroperasi sepenuhnya, yang terbatas 9.000, bahkan 10.000 (rata-rata jumlah penumpang). Dan kalau sudah beroperasi penuh, saya yakin pasti angkanya antara 60.000 sampai dengan 80.000 penumpang," ujar Pramono.

Selain proyek transportasi, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pembenahan kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Kampung Bali. Penataan dilakukan tanpa menggusur masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut.

"Tidak jauh dari Istana, tidak jauh dari Balai Kota, tidak jauh dari Bundaran HI. Tetapi salah satu tempat yang paling kumuh adalah di tempat itu. Maka tadi saya sudah memutuskan bahwa pemerintah DKI Jakarta akan melakukan pembenahan sepenuhnya kawasan itu," tuturnya.

Pramono juga mencontohkan pembenahan akses menuju Jakarta International Stadium (JIS). Menurutnya, kawasan tersebut sebelumnya mengalami kemacetan parah ketika berlangsung acara besar.


Kini akses menuju JIS telah dihubungkan dengan Ancol, didukung layanan KRL dan TransJakarta, serta area parkir di Ancol yang disebut mampu menampung sekitar 5.000 kendaraan. Menurut Pramono, pembenahan tersebut membuat waktu keluar dari kawasan JIS setelah acara menjadi jauh lebih singkat.

Pramono menambahkan sejumlah pekerjaan lain juga terus diselesaikan, mulai dari penataan Jalan Rasuna Said, kelanjutan LRT Jakarta hingga Dukuh Atas, pembangunan flyover Latumenten, hingga jalan sejajar di kawasan Kalibata.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads