Pintu Impor KRL Bekas Jepang Makin Terbuka

Pintu Impor KRL Bekas Jepang Makin Terbuka

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2026 07:30 WIB
Petugas berjalan di dekat sejumlah rangkaian kereta rel listrik (KRL) di Dipo KRL Depok, Jawa Barat, Jumat (5/7/2024). PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menambah impor KRL baru dari China sebanyak 8 rangkaian kereta atau trainset senilai Rp2,20
Foto: ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Jakarta -

Rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang mendapatkan lampu hijau dari Danantara. Artinya Danantara mendukung adanya rencana impor tersebut.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan impor dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik. Pasalnya kata Dony, penguatan transportasi publik ini dapat memberikan sejumlah dampak, mulai dari mengurangi polusi, menekan konsumsi bahan bakar hingga mendorong terbentuknya pusat-pusat kota baru.

"Apa yang sedang dijajaki oleh KAI, kami mendukung selama itu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada dasarnya tentu kita mendukung apapun yang dibutuhkan dalam langkah percepatan transportasi kita. Karena memang kereta api kan menjadi salah satu transformasi publik yang diharapkan oleh pemerintah itu bisa menurunkan banyak hal," Dony di Hotel Kempinski Jakarta, Rabu kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony mengatakan bahwa dirinya akan mengadakan pertemuan dengan Direktur Utama KAI untuk membahas terkait rencana tersebut. Pertemuan ini dijadwalkan pada Minggu depan.

"Tinggal nanti kita bisa dengan Dirut KAI berapa banyak yang dibutuhkan oleh KAI untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat kita," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengusulkan impor kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas dari Jepang. Usulan ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kepada Komisi VI DPR dan disetujui.

Rinciannya, Bobby menyatakan pihaknya membutuhkan tambahan 23 trainset untuk operasional KRL Jabodetabek. Puluhan rangkaian ini rencananya akan dipenuhi dengan pengadaan KRL bukan baru. Kebutuhan itu dibagi menjadi dua, pertama ada 7 trainset dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta atau SF8.

Perbedaan formasi itu disesuaikan dengan kondisi infrastruktur di masing-masing lintas. Bobby menjelaskan ada sejumlah stasiun yang peronnya belum dapat mengakomodasi rangkaian SF12.

Kebutuhan tambahan armada muncul seiring lonjakan pengguna KRL Jabodetabek. Menurut Bobby, jumlah penumpang pada semester I-2026 tumbuh 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads