Pemerintah menggenjot pembangunan pusat produksi pangan baru di berbagai daerah. Salah satunya di Wanam, Merauke, Papua Selatan.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan di wilayah Merauke pemerintah membangun Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Kawasan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka lumbung pangan baru untuk memperkuat ketahanan pangan terlebih di wilayah Indonesia bagian timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden-lah yang yang mencanangkan Wanam menjadi kawasan swasembada pangan, energi, dan air. Yang ini pertama kali dicanangkan jauh sebelum beliau jadi Presiden, dan ternyata terbukti bahwa visi beliau tepat sekali. Dengan besarnya Republik ini dari Sabang sampai Merauke, atau ini berapa kali lipatnya Eropa kan," terang Dody di Kawasan KSPEAN Wanam, Kamis (8/10/2026).
Belum lagi secara geografis, Indonesia merupakan negara kepulauan yang sangat luas hingga kurang lebih 20-30 negara di Eropa. Membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, yang menyebabkan kondisi iklim dan tantangan pengelolaan air berbeda-beda antar daerah.
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan di wilayah Merauke pemerintah tengah membangun Kawasan Sentra Produksi Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN). Foto: Ignacio Geordi Oswaldo/detikcom |
Dalam hal ini menurutnya sebagian wilayah dapat mengalami kekeringan dan krisis air, sementara wilayah lainnya menghadapi luapan air berlebih hingga terjadi bencana banjir, sedangkan daerah lain berada dalam kondisi normal sehingga diharapkan bisa menopang lini produksi pangan nasional.
"Sehingga kalaupun terjadi goncangan terhadap cuaca, cuaca ekstrem atau apa pun, biasanya Papua nggak terlalu terguncang dibandingkan dengan pulau-pulau lain," ujar Dody.
Dalam konteks pembangunan sentra produksi pangan ini, Dody menegaskan tugas utama dari Kementerian PU adalah memastikan kebutuhan air irigasi di area pertanian tetap terpenuhi.
Khusus di KSPEAN pihaknya bertugas menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir. Hingga awal Oktober 2026 ini sudah terbangun 133 km jaringan irigasi dari target 180 km.
Kehadiran jaringan irigasi menopang penanaman padi di lahan seluas sekitar 40 hektare untuk tahap pertama, dari total target 130 hektare. Ditargetkan padi-padi tersebut bisa dipanen sekitar awal atau pertengahan November 2026.
"Step satu ini, mungkin paling lambat harusnya sih pertengahan November sudah bisa panen. Tapi kalau kita lihat begini sih, awal November harusnya sudah bisa panen, ya. Tapi utamanya pertengahan November lah," papar Dody.
Di luar itu untuk memastikan kebutuhan air irigasi KSPEAN tetap terpenuhi, pihaknya sudah menyiapkan pengembangan sumur dalam yang bisa digunakan sebagai sumber cadangan air tawar untuk mengairi area pertanian. Mengingat kawasan ini dekat dengan laut yang membuat sebagian area hanya tersedia air asin.
"Ini sebenarnya pertanian rawa. Basisnya adalah air tawar dari rawa. Tapi kita juga harus memastikan bahwa air itu tawar dan wajib tersedia dalam kondisi apa pun. Karena itu, kita melakukan pengeboran air tanah untuk memastikan pasokan air tawar yang cukup," terangnya.
"Yang sudah tertanam hari ini baru 40 hektare. Selanjutnya akan ditanam secara bertahap oleh Kementerian Pertanian. Tugas kita adalah menyiapkan airnya, memastikan kebutuhan air untuk kawasan pertanian ini tersedia," sambung Dody.
Melalui pengembangan sumur dalam dan pembangunan jaringan saluran secara terpadu, Kementerian PU berupaya memastikan ketersediaan air menjadi fondasi bagi pengembangan pertanian di KSPEAN Wanam.
Bahkan setelah itu Dody mengatakan ke depan kawasan sentra pangan di Indonesia bagian timur ini akan dilengkapi dengan fasilitas berupa pelabuhan hingga bandara. Dengan begitu hasil produksi pangan dari kawasan ini dapat dirasakan oleh wilayah Indonesia lain.
"Industri pangannya kita kita dirikan dulu, kemudian pelabuhan kita jadikan dulu, bandara kita jadikan dulu, baru kemudian kita berpindah ke sisi lain," ucap Dody.
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan dan keberlanjutan sektor pertanian serta memperkuat upaya pengembangan kawasan sentra produksi pangan di Papua Selatan. Hingga ke depan kawasan ini dapat menjadi percontohan dalam pembangunan sentra produksi lainnya.
"Ada beberapa tempat sih. Ada Sumatra ada, Sulawesi ada, di Kalimantan juga ada. Cuman fokus kita pertama ini yang ini dulu. Ini dulu kita benar-benar sukseskan, kemudian kita baru beralih ke tempat lain," pungkasnya.
(igo/hns)










































