Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan salah satu kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yakni Balikpapan mengalami kesulitan air bersih. Hal tersebut didapatinya usai melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan beberapa waktu lalu.
"Kemarin saya datang, saya berkunjung ke Balikpapan. Di Balikpapan, kota besar yang seharusnya modern dan menjadi penyangga ibu kota IKN di Kalimantan Timur itu kesulitan air bersih," ujar AHY dalam Rapat Kordinasi membahas Swasembada Air Nasional di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Bahkan kata AHY, warga di Balikpapan harus bergantian untuk mendapatkan air bersih. Atas kondisi itu, AHY menilai bahwa hal ini menunjukkan persoalan pemenuhan kebutuhan air bersih masih terjadi di kota besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini contoh bahwa kota yang seharusnya sudah tercukupi saja masih mengalami permasalahan air bersih yang kritis," katanya.
Dalam kesempatan itu, AHY juga bilang bahwa baru sekitar 62-68% rumah tangga yang mendapatkan akses air bersih memadai.
Untuk mengatasi persoalan air bersih, AHY mendorong pengelolaan air payau, terutama di wilayah pesisir dengan tingkat salinitas atau kadar garam yang rendah. Menurutnya, pengolahan air payau membutuhkan energi lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut.
"Kebutuhan energinya lebih ringan dibandingkan desalinasi air laut sehingga bisa didahulukan, khususnya di pantura Jawa dan pesisir Kalimantan," terangnya.
(hrp/fdl)









































