Ada Harta Karun di Bawah Jakarta! Terungkap Saat Gali Jalur MRT

Ada Harta Karun di Bawah Jakarta! Terungkap Saat Gali Jalur MRT

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 15 Okt 2026 17:24 WIB
Harta Karun MRT
Harta Karun di Bawah Jakarta / Foto: Ignacio Geordy Oswaldo
Jakarta -

Pengerjaan proyek MRT Jakarta Fase 2 di kawasan Jakarta Kota mengungkap harta karun berupa ribuan artefak sejarah yang selama ini terkubur di bawah tanah. Mulai dari pecahan keramik kuno hingga struktur benteng Batavia kuno.

Tim Ahli Arkologi Proyek MRT Jakarta Fase 2A dan Anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya Nasional, Junus Satria Atmodjo, menyebut penemuan berbagai peninggalan sejarah ini menjadi tantangan tersendiri bagi pihak MRT Jakarta baik dalam proses pengerjaan proyek maupun penyelamatan artefak.

Sebab menurutnya cagar budaya seperti artefak maupun peninggalan kuno lainnya merupakan sumber daya sejarah yang tak dapat diperbarui jika sudah rusak. Sehingga proses penyelamatannya membutuhkan ketelitian ekstra.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cultural resources ini kan tidak bisa diperbaharui. Sekali rusak, ya rusak, dan datanya hilang. Dengan proyek yang sangat besar, yang tentunya orang selalu mengatakan bahwa MRT itu merusak, kita kasih tunjuk sebenarnya tidak," kata Yunus di acara serah terima artefak kepada Dinas Kebudayaan Pemprov Jakarta di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Kamis (15/10/2026).

Yunus mengatakan sampai saat ini MRT Jakarta setidaknya telah menemukan 4.000 artefak kuno yang terkubur di sepanjang rute proyek. Namun jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan proses pembangunan proyek MRT sampai Stasiun Kota Tua.

ADVERTISEMENT

"Tiap hari nambah sebetulnya, setiap kali kita mengangkat cerukuk baru, papan baru dari kanal, itu kan datanya selalu bertambah ya. Jadi yang terakhir saya tidak tahu, tapi kalau ngomong di atas 4.000-an ya pasti lebihlah ya.

Dalam hal ini, temuan bersejarah tersebut mencakup beragam benda lepas seperti keramik dari berbagai kebudayaan. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta yang dulunya dikenal sebagai Sunda Kelapa hingga Batavia ini sudah lama menjadi salah satu pusat perdagangan lintas negara di tanah Nusantara.

"Buktinya ketika kita menemukan keramik-keramik ini, jelas bahwa ada perdagangannya antara Jepang dan Indonesia, dan lokasinya adalah di Batavia, di sini, karena Batavia pusatnya gula pada waktu itu," jelasnya.

"Dari benda-benda kecil yang kelihatannya remeh-temeh gitu, tapi ketika kita melakukan analisis, memperbandingkan dengan apa yang di Jepang, yang juga di Thailand dan Kamboja, kita bisa lihat bahwa dulu ada sea routes ya, yang menghubungkan antara Jepang sama Indonesia. Itu baru Jepang ya, belum India, belum China," sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama Project Management for Construction 2 MRT, Indra Gunawan, mengatakan salah satu temuan paling mencolok dan berskala besar adalah saluran air terakota.

Struktur saluran air kuno ini membentang mulai dari area Pintu Besar Selatan hingga ke ujung Stasiun Jakarta Kota. Berdasarkan hasil penelitian arkeologis, jaringan kanal dan saluran air ini bukan hasil karya kolonial Belanda, melainkan karya penduduk Jakarta sebelum era penjajahan yang menunjukkan bahwa teknologi masyarakat lokal zaman itu tidak kalah dari negara-negara penjajah.

"Temuan besarnya salah satunya adalah saluran air terakota ya, seperti yang tadi dijelaskan sama Prof. Junus gitu, dari mulai Pintu Besar Selatan sampai ke ujungnya di sini kurang lebih ke area Stasiun Jakarta Kota. Itu salah satu yang temuan besarnya," ungkapnya.

Kendati temuan-temuan ini membuat MRT harus melakukan penyesuaian teknik di lapangan, Perseroda memastikan alur pengerjaan fisik tidak terganggu secara keseluruhan. Proses penyelamatan artefak dilakukan secara bertahap dan selaras dengan progres konstruksi.

"Sebetulnya kalau secara project timeline bisa kita sesuaikan. Penyerahan temuan arkeologi itu kita sesuaikan juga dengan urutan progres pekerjaan di lapangan. Sejauh ini di (paket kontrak) 203 masih sejalan," kata Indra.

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads