×
Ad

KAI Pesan KRL Baru Buatan INKA, Begini Progresnya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2026 19:00 WIB
Foto: KRL buatan INKA (Haris/detikcom)
Jakarta -

Penambahan sarana KRL Commuter Line akan terus dilakukan meskipun rencana impor KRL bekas dari Jepang dibatalkan pemerintah. Penambahan sarana dilakukan untuk mengimbangi kenaikan penumpang yang terjadi pada moda Commuter Line Jabodetabek.

Berdasarkan data statistik per bulan volume pengguna Commuter Line, dari Januari hingga Oktober tercatat sebanyak 303,79 juta orang, angka ini naik 5,7% dari tahun sebelumnya diangka 287,29 juta orang.

PT KAI (Persero) bersama KAI Commuter kini fokus melakukan percepatan pengadaan sarana Commuter Line guna menambah kapasitas angkut.

"KAI Commuter mendukung dan akan terus berkordinasi dengan KAI dan stakeholders dalam pemenuhan sarana Commuter Line ke depannya," kata Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi, dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026).

Sejauh ini proses pengadaan yang sedang dikebut adalah proses pengadaan kereta dari PT INKA. KAI sudah memesan 16 rangkaian kereta 12 gerbong, 8 rangkaian di antaranya sudah diterima KAI. Sisa 8 rangkaian yang belum selesai digarap PT INKA ditargetkan tiba pada 2027.

Dari 8 rangkaian yang sudah ada, 7 di antaranya sudah beroperasi sejak awal tahun, dan 1 rangkaian lagi sedang melakukan uji coba operasi untuk bisa digunakan pada bulan Desember 2026 mendatang.

KAI juga merencanakan pengadaan 23 rangkaian kereta baru dengan formasi satu rangkaian 12 gerbong, pengadaan dilakukan dalam 2 hingga 3 tahun ke depan. Angka tersebut mencakup 8 trainset yang menjadi kebutuhan pemenuhan sarana dengan skema pembiayaan melalui Penyertaan Modal Negara (PMN).

Peningkatan prasarana perkeretaapian untuk mendukung operasional kereta rangkaian 12 juga terus dikebut. Salah satunya adalah dengan peningkatan kapasitas daya listrik pada layanan Green Line (Lintas Rangkasbitung). Upaya ini krusial agar target pengoperasian 23 trainset baru tersebut dapat berjalan optimal di lintas tersebut, sekaligus mendongkrak kapasitas angkut di seluruh lintas layanan secara merata.

Sejauh ini KAI Commuter sendiri setiap harinya melakukan pengoperasian 89 rangkaian kereta untuk 1.065 perjalanan kereta api se-Jabodetabek. Langkah ini dilakukan untuk dapat mengakomodasi mobilitas masyarakat dari area penyangga khususnya pada jam sibuk pagi dan sore hari.

"Menjaga konsistensi headway dan melakukan rekayasa pola peredaran rangkaian kereta merupakan strategi dalam melayani pengguna Commuter Line," sebut Purnomo.

Purnomosidi juga menyampaikan pihaknya pun menerapkan pengaturan pola peredaran sarana yang adaptif di lapangan. KAI Commuter melakukan pengaturan pola peredaran sarana Commuter Line saat ini dengan mengoperasikan SF8, SF10, dan SF12 di setiap lintas layanan.

Saat ini, KAI Commuter mengoperasikan sebanyak 22 trainset dengan susunan 8 kereta (SF8), 34 trainset dengan SF10, dan 33 trainset dengan SF12 di seluruh lintas. Kendati demikian, peredaran sarana tersebut masih terus dioptimalkan guna melayani pengguna yang mobilitasnya terus meningkat setiap tahun.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork