#kurang referensi
Jawaban:
Dear Pak Jevin, terima kasih atas pertanyaannya.
Fungsi utama kemasan adalah melindungi dan memudahkan penggunaan/penyimpanan produk. Jadi fungsi utama tersebut harus beres lebih dulu. Bisa dilakukan dengan pemilihan material dan bentuk kemasan. Misalkan untuk produk yang butuh perlindungan dari cahaya matahari, cocok menggunakan kemasan alumunium foil, sementara jika produknya menarik untuk dilihat dan tahan cahaya, justru kemasan transparan akan lebih menjual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika kedua fungsi tersebut sudah baik, maka fungsi promosi bisa dilakukan lewat desain grafis kemasan. Desain kemasan yang baik adalah yang bisa mengomunikasikan isinya dengan jelas, jadi konsumen tidak bingung produk apa, rasa apa yang ada dalam kemasannya. Ini bisa dilakukan dengan teks, warna, atau ilustrasi. Selain itu juga harus bisa membedakan produk dari produk pesaing.
Hindari desain kemasan yang terlalu ramai dan terlalu banyak informasi karena akan membuat konsumen bingung. Tentukan elemen desain yang perlu mendapat perhatian, misalkan logo dan foto produk. Jadikan itu elemen utama. Sedang elemen lain sebagai penunjang dapat tampil lebih kecil agar desain kemasan nyaman dilihat dan jelas fokusnya.
Untuk mendapatkan inspirasi, Anda bisa melakukan riset sederhana dengan mengunjungi toko oleh oleh, supermarket, atau browsing lewat internet untuk menemukan referensi desain kemasan yang menarik dan inspiratif bagi produk Pak Jevin.
Selamat mendesain kemasan
Nanang Wahyudi, Pengusaha dan Kontributor UKMSukses.com
(dnl/dnl)











































