Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Koki Duit Rencana Keuangan untuk Hidup yang Lebih Baik
Follow detikFinance
Senin 11 Jul 2016, 06:42 WIB

Bingung Bagi Gaji Untuk Asuransi Kesehatan? Ini Tipsnya

Eko Endarto - detikFinance
Bingung Bagi Gaji Untuk Asuransi Kesehatan? Ini Tipsnya Foto: Dok. Finansia Consulting
Jakarta - Pertanyaan: Saya seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Saat ini saya mempunyai satu orang anak. Saya belum berminat untuk mengikuti asuransi, karena saya belum mengetahui bagaimana cara membagi penghasilan secara tepat dan cermat untuk keperluan sehari-hari dan untuk membayar asuransi. Jika saya mengikuti asuransi kesehatan, berapa persen dari penghasilan total saya yang harus dialokasikan untuk asuransi kesehatan?

Terima kasih
Agung Adi, Jakarta

Jawaban: Halo Agung, senang bisa mengenal Anda.
Memiliki asuransi memang belum menjadi prioritas setiap orang khususnya masyarakat Indonesia. Kebutuhan akan asuransi masih dirasa sebagai biaya dibandingkan fungsi utamanya yaitu sebagai proteksi atau perlindungan.

Apalagi ada yang menghitung-hitung kebutuhan asuransi sebagai suatu keuntungan dan kerugian, maka lengkaplah bahwa asuransi dianggap sebagai kerugian, karena akan hilang uang yang kita telah bayarkan apabila risiko atau musibah tidak terjadi.

Padahal kalau ditanya, apakah kita mau menggunakan fasilitas itu? Pasti semua bilang tidak. Siapa sih yang mau sakit, rumahnya kebakaran atau yang paling berisiko yaitu siapa sih yang mau meninggal? Benar tidak Mas Agung?

Saran saya sih, milikilah asuransi sebagai perlindungan, karena kita tidak pernah tahu kapan risiko itu akan terjadi. Memang kita tidak mau risiko itu datang, tapi kalau datang apakah kita memiliki kemampuan untuk menolaknya?

Nah untuk itu saya selalu menganjurkan kepada setiap klien atau rekan yang saya kenal untuk menjadikan perlindungan sebagai kebutuhan dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan ini.

Secara garis besar prioritas yang harus dikeluarkan dari penghasilan kita adalah:
  • 10% gunakan untuk sosial dan keagamaan
  • Maksimal 30% gunakan untuk membayar cicilan utang (bila ada)
  • Minimal 20% untuk proteksi dan investasi
  • Terakhir boleh dihabiskan untuk kebutuhan hidup.
Nah di dalam 20% tadilah Agung harus menyiapkan proteksinya khususnya proteksi atau asuransi kesehatan. Besaran pastinya harus disesuaikan dengan kebutuhan Agung; bila membutuhkan perlindungan yang kelas 1 pasti premi pembayarannya akan berbeda dengan perlindungan kelas 3. Jadi sesuaikan dengan kebutuhannya.

Semoga cukup menjawab ya Agung. Ingat kita tidak pernah merasa butuh perlindungan sampai risiko itu terjadi pada kita. Dan salah satu cara menghindari risiko adalah dengan mempersiapkan proteksinya. (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed