Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Koki Duit Rencana Keuangan untuk Hidup yang Lebih Baik
Follow detikFinance
Selasa 23 Aug 2016, 07:04 WIB

5 Tahun Bekerja Tapi Tak Punya Tabungan, Ini Saran Untuk Anda

Eko Endarto - detikFinance
5 Tahun Bekerja Tapi Tak Punya Tabungan, Ini Saran Untuk Anda Foto: Dok. Finansia Consulting
Jakarta - Pertanyaan:
Perkenalkan saya Rani 28 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan sepatu di Tangerang. Mas, tahun depan Insya Allah saya akan menikah. Ada rasa senang sih di diri saya, tapi juga takut soalnya saya ini orang yang boros. Bayangkan saya sudah bekerja di perusahaan ini selama 4 tahun, belum lagi ditambah dengan perusahaan sebelumnya selama 1 tahun. Jadi saya sudah bekerja selama 5 tahun lho Mas, tapi percaya nggak saya nggak punya tabungan.

Nah Mas Eko, tolong bantu saya dong untuk mengubah kebiasaan boros saya ini.

Salam dari Tangerang

Rani D.

Jawaban:
Halo Rani,
Senang bisa mengenal Anda, kalau boleh saya mau ucapkan selamat untuk rencana pernikahannya. Saya cukup senang membaca bahwa Anda sedang berusaha untuk merubah kebiasaan dan perilaku keuangan Anda. Itu sangat bagus. Mumpung masih cukup muda dan masih punya banyak waktu untuk mempersapkan segalanya.

Pada dasarnya, setiap kita pasti bisa membuat perencanaan pengeluaran agar teratur dan tidak boros. Tapi yang menjadi masalah adalah apakah kita cukup punya kemauan dan disiplin untuk menjalankannya ? Itu yang lebih penting.

Nah Rani, saya anggap Anda memiliki kemauan dan siap untuk menjalankan perencanaan pengeluaran Anda dengan disiplin jadi saya akan sedikit bagikan saran untuk mengatur pengeluaran Anda.

Mungkin saya pernah kemukakan bahwa hal yang harus Anda lakukan untuk mengatur pengeluaran Anda adalah dengan membuat anggaran pengeluaran. Buatlah prioritas atas penggunaan penghasilan Anda. Usahakan agar seimbang dan utamakan dahulu kebutuhan daripada keinginan.

Misalnya, setelah menerima gaji, langsung dipisahkan berdasarkan keperluan dan prioritasnya.siapkan keperluan biaya hidup, keperluan untuk investasi , menabung , bayar cicilan utang dan sebagainya. Nah setelah itu tentukan prioritasnya. Misalnya menabung, harus menjadi prioritas pertama, investasi prioritas kedua, bayar cicilan menjadi prioritas ketiga dan seterusnya. Ini berarti setelah menerima penghasilan langsung harus disetorkan sesuai keperluan dan prioritasnya jangan menunda-nunda sebab akan timbul keinginan-keinginan untuk menggunakannya.

Saat timbul keinginan berbelanja, cobalah untuk melihat lagi barang yang Anda miliki. Misalnya ketika akan membeli sepatu, lihat lagi berapa banyak sepatu yang Rani miliki, dan berjanjilah untuk mengurangi kepemilikan Rani sebelum menambahnya. Jadi Rani harus membuang 1 barang yang Rani miliki sebelum memutuskan membeli yang baru. Biasanya saat itu kita sadar bahwa ternyata kita memiliki barang yang akan kita beli, dan merasa saying untuk membuangnya.

Nah Rani kalau Anda bisa menjalankan hal sederhana ini, saya yakin lambat laun kebiasaan Anda akan hilang. Ini memang berat apalagi di awal-awal pelaksanaan. Tapi percayalah bahwa sesatu yang sakit tidak selalu berakhir dengan kesakitan juga.

Selamat mencoba dan menjalankannya ya

Salam
Eko (wdl/wdl)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed