Konsultasi Perencanaan Keuangan

img_list
Koki Duit Rencana Keuangan untuk Hidup yang Lebih Baik
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Mei 2018 03:48 WIB

Kesalahan Pengelolaan Uang Pensiun yang Banyak Disesali

Eko Endarto - detikFinance
Foto: Tim Infoografis: Fuad Hasyim Foto: Tim Infoografis: Fuad Hasyim
Jakarta - Penyesalan pasti akan selalu datang terlambat. Sedangkan perencanaan adalah senjata paling ampuh untuk menghindari penyesalan. Seperti saat kita tidak merasakan umur yang berjalan begitu cepat, mendadak kita merasakan masa tua yang tak terencana sama sekali. Apalagi faktor finansial yang selama ini berjalan seperti bola berpuar tanpa arah.

Masa pensiun adalah masa yang pasti akan dilalui dan dialami seseorang karyawan seperti halnya seorang pegawai negeri sipil atau pns. Masa bekerja yang seseorang sebenarnya hampir sama dengan masa mereka saat pensiun kelak. Misalnya bila seseorang mulai bekerja di usia 25 tahun, dan pensiun diusia 55 tahun, maka masa bekerjanya adalah 30 tahun.

Dan bila orang tersebut meninggal diusia 75 tahun, maka masa pensiuannya adalah 20 tahun. Tidak berbeda jauh waktunya namun dengan kondisi berbeda termasuk di keuangan. Dalam laman detik.com diinfokan tahun 2018 ada 220 ribu PNS yang pensiun, dan bisa lebih lagi bila kita menambahkannya dengan pegawai swasta. Masalahnya, berapa diantara mereka yang sudah siap khususnya dikeuangan????. Senang senang di masa muda dan berjaya tidak
disalahkan.

Namun ketika melupakan masa tua, itu yang tidak harus terjadi. Kesulitan keuangan saat masa tua adalah hal yang disesali. Nah sebelum menyesal di hari tua,
berikut ini kesalahan yang banyak orang lakukan dan baru terasa saat menjelang pensiun.

1. Tidak mengalokasikan dana pensiun

Kesalahan terberat dari para orang tua yang pensiun dengan kesulitan finansial adalah tidak melakukan pengelolaan keuangan sama sekali. Apapun pekerjaan kita jika setiap bulan bisa menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk tabungan masa tua tentu di usia senja kita bisa menikmati tabungan dari muda dulu.

2. Hanya menabung bukan berinvestasi

Investasi adalah salah satu strategi yang paling jitu agar harta yang kita miliki tidak menyusut termakan usia. Anda bisa mencoba berinvestasi emas, saham, tanah atau hal lain yang dirasa nilainya akan naik saat masa tua tiba. Banyak dari kita hanya menabung untuk masa depan, akibatnya harta yang dihasilkan tidak cukup dan terus berkurang karena terkena nilai inflasi.

3. Hanya mengandalkan satu sumber pendapatan

Nah ini dia, sebagian besar dari kita sangat mengandalkan satu sumber pendapatan. Terutama banyak karyawan swasta dengan gaji menengah yang tidak memiliki waktu untuk mendapatkan pendapatan dari sektor lain. Sebelum masa senja datang pastikan kita tidak hanya bergantung pada satu gaji itu, karena selain risiko PHK juga di masa tua kita akan kesulitan finansial.

4. Tidak ada asuransi kesehatan

Asuransi kesehatan bisa jadi salah satu alternatif agar tidak sewaktu-waktu bangkrut karena sakit dan membutuhkan banyak dana. Saat ini banyak asuransi plat merah atau swasta yang bisa kita gunakan.

Kadangkala kesalahan juga bisa terjadi bukan karena kita enggan merencanakan tapi karena salah mengambil tindakan. Misalnya berinvestasi dengan risiko sangat tinggi dan akhirnya kehilangan semua dana atau menyiapkan asuransi yang ternyata sangat tidak dipercaya.

Jika anda merasa tidak terlalu banyak mengerti soal keuangan, bisa mencari konsultan keuangan agar bisa diberikan saran dan masukan mengenai langkah apa yang tepat agar terhindar dari penyesalan finansial di masa tua. (dna/dna)
Klik di sini untuk mengirimkan pertanyaan yang ingin dikonsultasikan dengan kami. Konsultasi seputar perencanaan keuangan, properti dan UKM.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed