Jangan Buru-buru! Catat Dulu Hal Ini Sebelum Jadi Freelancer

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 18 Jun 2020 12:29 WIB
Ilustrasi Pekerja Freelancer
Ilustrasi/Foto: Pixabay
Jakarta -

Menjadi pekerja lepas atau freelancer bisa menjadi pilihan untuk menyambung hidup di tengah pandemi virus Corona seperti sekarang ini. Tapi jangan asal 'nyebur', ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjadi freelancer.

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho mengatakan, dalam situasi seperti sekarang ini pilihan menjadi pekerja freelance kurang banyak. Hal ini berbeda dengan kondisi normal sebelumnya.

"Dalam kondisi begini memang pilihan untuk kita freelance jadi kurang leluasa milihnya. Dalam kondisi benar-benar normal banyak hal yang kita lakukan," katanya kepada detikcom, Kamis (18/6/2020).

Maka itu, ia menyarankan agar terjun menjadi pekerja lepas dengan melihat apa yang dibutuhkan masyarakat. Ia mencontohkan seperti kebutuhan untuk pangan dan alat kesehatan.

"Yang bisa saya sarankan coba cari pekerjaan-pekerjaan yang men-generate income yang banyak banget snack, makanan itu menjadi besar banget untuk penjualannya," ujarnya.

"Kemudian juga contoh ada beberapa teman saya banting setir memproduksi alat-alat APD," tambahnya.

Dia juga mencontohkan seperti agen penjualan asuransi. Dalam kondisi sekarang, ia menilai permintaannya tinggi karena masyarakat semakin sadar akan pentingnya asuransi.

"Misalnya yang saya perhatikan tetap ada pasarnya agen asuransi. Karena orang-orang apalagi masa pandemi, di Indonesia gelombang pertama belum kelar, tapi Amerika dan China ada gelombang kedua, mungkin waktunya masih panjang. Orang-orang yang selama ini abai asuransi, memiliki asuransi jadi lebih concern," paparnya.

Selanjutnya, ia menyarankan dalam terjun menjadi freelancer mesti memperhatikan kemampuan. Artinya, jangan terjun ke wilayah yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

"Tergantung dari apa yang kita inginkan karena untuk freelance harus paham dulu punya kemampuan di mana, kita melakukan apa, itu yang menjadi senjata kita mencari pekerjaan apa sih yang cocok buat kita," ujarnya.

Perkara modal, ia menilai, itu hal yang bisa diakali misalnya dengan memasarkan barang milik orang lain.

"Kalau freelance dalam hal penjualan kadang nggak perlu kita produsennya. Ada beberapa produsen mengizinkan reseller itu kan meringankan banget buat kita," tutupnya.



Simak Video "Kembali Bekerja dan Tetap Sehat di Era New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ara)