Siapin Lamaran! Pabrik Baterai Mobil Listrik RI Butuh 23 Ribu Pekerja

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 24 Jun 2021 12:22 WIB
Baterai mobil listrik buatan Dasep Ahmadi
Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Indonesia sedang mendorong pengembangan industri baterai mobil listrik di dalam negeri. Industri tersebut diperkirakan dapat membuka sebanyak 23 ribu kesempatan kerja.

"Bahwa kalau industri baterai ini tumbuh paling tidak kita memberikan dampak peningkatan PDB sebesar US$ 25 miliar per tahun, akan ada 23 ribu tenaga kerja yang terserap, dan kita bisa saving US$ 9 miliar," kata Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik (Electric Vehicle/ EV Battery) Agus Tjahjana dalam webinar, Kamis (24/6/2021).

Pabrik baterai sel (cell battery) kendaraan atau mobil listrik akan mulai dibangun Juli atau selambat-lambatnya pada Agustus 2021. Rencananya itu akan mulai berproduksi di 2023.

Proyek tersebut digarap oleh konsorsium yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding.

PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) investasi pabrik baterai kendaraan listrik dengan konsorsium LG.

Agus menjelaskan jika lebih banyak yang bisa digarap dalam industri baterai mobil listrik ini maka dampak ekonominya akan jauh lebih besar.

"Karena industri IBC ini hanya bikin katodanya saja, masih ada jenis-jenis lain separator, elektrolitnya, dan sebagainya, kira-kira kalau ini bisa masuk, ini dampaknya terhadap perekonomian multipliernya akan lebih besar lagi," tambahnya.

(toy/zlf)