Startup Ini Buka Lowongan Buat Kerja di Desa Tapi Dapat Fasilitas Ibu Kota

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 18 Feb 2022 09:57 WIB
Kapal nelayan berangkat melaut terlihat dari  Pelabuhan Ikan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (9/11/2021). Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menerapkan kebijakan penangkapan ikan secara terukur pada awal tahun 2022 di 11 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang diharapkan bisa menjaga kelestarian sumberdaya perikanan dan ekosistem laut secara bersamaan. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/hp.
Foto: ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA
Jakarta -

Startup perikanan eFishery berencana membuka rekrutmen karyawan terutama di bidang engineering dan pengembangan produk secara agresif. Hal tersebut terjadi setelah perusahaan mendapat pendanaan Seri C senilai US$ 90 juta atau Rp 1,2 triliun (asumsi kurs Rp 14.300).

eFishery berencana memiliki lebih dari 2.000 karyawan pada akhir 2022. Saat ini, jumlah karyawan sudah mencapai lebih dari 1.000 orang.

"Saat ini, sistem bekerja di eFishery adalah WFA (Work from Anywhere) di mana karyawan kami dipersilakan untuk 'pulang kampung' sehingga bisa ikut serta dalam pembangunan daerahnya melalui teknologi digital eFishery," jelas Co-founder dan Chief of Internal Operations Officer eFishery, Chrisna Aditya dalam keterangannya, Jumat (18/2/2022).

Sistem kerja WFA yang diberikan oleh eFishery telah ditetapkan sejak tahun lalu di mana karyawan dapat bekerja di mana saja dan kapan saja sesuai dengan lokasi mereka. Hal ini membuat siapapun yang bergabung di eFishery dan bertalenta yang dirasa ingin pulang ke kampung halamannya dan memiliki misi untuk membangun daerahnya, dapat mewujudkan hal tersebut dan memperluas dampak yang dibangun melalui teknologi digital yang telah dikembangkan.

"Mengajak talenta muda dan berpengalaman untuk kembali ke daerahnya, bangun desanya, berikan dampak nyata akan menjadi tantangan tersendiri bagi kami namun ini menjadi satu cara berbeda yang dapat kami lakukan untuk memberikan dampak lebih besar pada perekonomian Indonesia terutama di sektor akuakultur, harapannya dalam beberapa tahun mendatang kita bisa menjadikan Indonesia sebagai negara produsen akuakultur terbesar di dunia," lanjut Chrisna.

Lebih dalam Chrisna menjelaskan bahwa hingga saat ini masih banyak potensi pembudi daya yang masih belum terjangkau oleh eFishery. Meski sejak didirikan pada 2013, ribuan smart feeders telah digunakan dan melayani lebih dari 40.000 pembudidaya dari 24 provinsi di Indonesia. eFishery berencana untuk menggandeng 1 juta pembudi daya dalam waktu 3-5 tahun ke depan.

"Karena itulah, sistem WFA ini bisa dimanfaatkan oleh talenta muda yang telah mampu menghadapi berbagai tantangan disrupsi ini sebagai langkah awal untuk mencapai rencana kami ke depannya dalam menggandeng lebih banyak lagi pembudi daya masuk dalam ekosistem akuakultur yang kami bangun," kata Chrisna.

Chrisna mengatakan dalam program WFA atau 'Pulang Kampung' ini, fasilitas dan kebutuhan yang akan didapat oleh karyawannya tidak akan ada perbedaan dengan karyawan yang bekerja di kota besar terutama ibu kota.

Program karyawan ini diberlakukan oleh eFishery tidak hanya untuk karyawan yang telah bergabung namun juga untuk talenta yang ingin bergabung dengan eFishery. Kesempatan bergabung dengan eFishery ini dapat langsung dilakukan melalui website efi.sh/wfa atau melalui linkedin.com/company/efisheryid yang dapat langsung diakses oleh calon talenta.

Dalam program perekrutan karyawan ini, eFishery juga ingin menciptakan fleksibilitas dan membangun keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik. Hal ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan bisnis tidak hanya secara eksternal namun juga terlihat dari internal eFishery.

"Pertumbuhan ini kami harapkan dapat memberikan dampak yang lebih besar pada sektor akuakultur Indonesia. Tidak hanya itu, kami berambisi untuk mencapai pertumbuhan bisnis skala yang lebih besar, yaitu untuk menaklukkan pasokan akuakultur secara global melalui teknologi yang kami hadirkan untuk menyediakan kebutuhan pangan dunia," tutup Chrisna.



Simak Video "Syarat Mutlak Influencer Bisa Dilirik Brand"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/ang)