Mau Kerja di Arab Saudi? Ada 8 Juta Lowongan Nih, Orang RI Bisa Daftar!

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 22 Feb 2022 11:39 WIB
A Saudi Arabian flag flies on Saudi Arabias consulate in Istanbul on October 4, 2018. - Jamal Khashoggi, a veteran Saudi journalist who has been critical towards the Saudi government has gone missing after visiting the kingdoms consulate in Istanbul on October 2, 2018, the Washington Post reported. (Photo by OZAN KOSE / AFP)
Foto: AFP/OZAN KOSE
Jakarta -

Arab Saudi menyediakan 8 juta lowongan kerja yang terbuka untuk tenaga kerja formal atau profesional dari Indonesia yang ingin mengadu nasib di negara tersebut. Diutamakan bagi tenaga-tenaga medis seperti perawat, bidan, hingga dokter.

Keterangan tersebut disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad, saat menemui sejumlah wartawan dan pimpinan media di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh, Arab Saudi pada Minggu (20/2).

"Ada delapan jutaan lowongan pekerjaan untuk profesional atau sektor formal dan tiga juta untuk sektor informal," kata Abdul Aziz dikutip detikcom dari CNNIndonesia, Selasa (22/2/2022).

Arab Saudi selama ini banyak dipasok tenaga-tenaga profesional dari Palestina, Suriah, Mesir dan India untuk memenuhi kekurangan kebutuhan tenaga medis di negaranya.

Selain tenaga medis, Arab Saudi juga membutuhkan tenaga-tenaga profesional di bidang pendidikan seperti guru dan dosen.

"Peluang ini sangat bagus karena pasti akan membawa peningkatan kemampuan bagi tenaga profesional dari Indonesia," kata Abdul Aziz.

Tingginya peluang kerja tersebut membuat KBRI Arab Saudi akan lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan sektor formal dibanding sektor informal. Tidak bisa dipungkiri, selama ini citra Indonesia di Arab Saudi tidak begitu baik karena dianggap hanya bisa mengirimkan tenaga kerja informal.

"Sekarang kami akan fokus ke tenaga profesional, walaupun kami tetap akan siap melayani tenaga kerja non-formal," ujarnya.

KBRI Arab Saudi telah melakukan pembicaraan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Indonesia. Menurut Abdul Aziz, Kemnaker juga telah melakukan sejumlah pembicaraan dengan Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi untuk menyusun pengaturan teknis pengiriman tenaga kerja profesional dari Indonesia.

Pengaturan teknis ini sangat perlu untuk menjamin hak pekerja dari Indonesia di Arab Saudi.

Atase Tenaga Kerja KBRI di Arab Saudi, Suseno Hadi menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi sejak Maret 2021 telah mengeluarkan Initiative Labour Reform atau Inisiatif Reformasi Ketenagakerjaan untuk memperbaiki sistem ketenagakerjaan mereka.

"Ada tiga jenis perlindungan dari pemerintah Arab Saudi terhadap para buruh migran. Pertama, perlindungan kontrak hubungan kerja. Kedua, pengawasan kelancaran dan kuantitas gaji. Ketiga, penyiapan proses fasilitasi penyelesaian sengketa tenaga kerja," jelas Suseno Hadi.

Pemerintah Arab Saudi juga telah melakukan transformasi digital untuk membenahi sistem ketenagakerjaan di negara mereka. Misalnya, aplikasi Qiwa untuk memantau perlindungan kontrak hubungan antara pekerja dengan pihak yang mempekerjakannya.



Simak Video "Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri Pada 2 Mei 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)