Siap-siap Lamar, Ibu Kota Baru Butuh 200.000 Pekerja

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Minggu, 05 Jun 2022 14:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono
Foto: Biro Pers Setpres
Jakarta -

Rencana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin digenjot. Hal tersebut terlihat dari persiapan dan perencanaannya yang semakin dimatangkan agar target bisa tercapai. Pemerintah siap menampung hingga 200 ribu pekerja demi mendukung pembangunan itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Otorita IKN Bambang Susantono dalam keterangan pers usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Jumat (03/06/2022).

"Diperkirakan 2023 itu kami akan menampung sekitar 150-200 ribu pekerja di lapangan," ujar Bambang dilansir dari tayangan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (03/06/2022).

Bambang mengungkapkan bahwa pembangunan IKN ini membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang besar agar target dapat tercapai dalam waktu yang cukup singkat.

"Kenapa sebanyak itu? Karena memang pada pelaksanaan ini, karena waktunya sempit dan kita harus mencapai beberapa target, tentunya jumlah pekerja dan juga nanti jumlah material juga akan cukup banyak," ujarnya.

Meski begitu, Kepala Otorita IKN itu tidak menjelaskan secara rinci mengenai sistem rekruitmen yang akan dilakukan pemerintah dalam menjaring para pekerja lapang itu.

Bambang juga menyampaikan, pengerjaan pembangunan IKN diharapkan bisa dimulai pada paruh kedua (semester kedua) tahun 2022. Sejumlah hal seperti pematangan tanah, persiapan akses logistik dan jalur infrastruktur juga akan dibuat untuk mengawali pembangunan tersebut.

"Kita buat dengan harapan di 2023 kita mulai membangun dengan skala yang sudah ditargetkan," kata Bambang,

Dalam rapat tersebut, Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan kepada jajaran terkait untuk mematangkan perencanaan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) agar target pembangunan IKN dapat tercapai.

"Tadi Bapak Presiden memberikan arahan agar pelaksanaan dan juga perencanaan lebih dimatangkan lagi, khususnya perencanaan untuk multisektor," ujar Bambang.

"Dalam hal ini semua kementerian yang tergabung dalam tim transisi memang sudah bekerja dan melakukan konsolidasi dan koordinasi di antara mereka sehingga target-target yang kita ingin capai di tahun 2024 dapat kita capai dengan baik," tambahnya.

Tidak lupa, Presiden juga menekankan agar kondisi lingkungan hidup dan interaksi dengan masyarakat sekitar harus tetap diperhatikan selama rangkaian proses pembangunan.

Sementara itu untuk konversi hutan dan lahan, Bambang juga menegaskan akan dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemerintah juga akan melakukan reforestasi hutan agar kondisi hutan tetap terjaga.

"Sehingga sustainable forest city untuk Nusantara ini benar-benar dapat kita wujudkan dengan baik, kota yang green, kota yang smart atau pun cerdas, kota yang inklusif dan juga kota yang sustainable ke depannya," tutur Bambang.



Simak Video "Bambang Susantono Blak-blakan soal Saweran Bangun IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)