Market Research Indosurya Securities

Market Research Indosurya Securities

- detikFinance
Selasa, 30 Nov 2010 14:52 WIB
Jakarta - Investor masih melakukan penjualan saham untuk mengamankan nilai portofolionya agar tidak merosot tajam karena kekhawatiran terjadinya perang. Untuk sementara, investor mengalihkan ke instrumen investasi yang dinilai aman seperti emas, US$, dan U.S Treasury Bills. Penguatan US$ terutama pada Yen Jepang berpengaruh positif. Kondisi inilah yang membuat bursa Nikkei mengalami penguatan. Apalagi banyak produk-produk Jepang, terutama produk games, yang laku keras di hari Thanksgiving dimana banyak warga AS melakukan pembelian ritel. Otomatis kondisi ini membuat proyeksi pendapatan ritel semakin baik.

Di sisi lain, investor juga masih khawatir akan terjadinya perluasan krisis utang di Eropa. Akan tetapi, melihat komitmen ECB dan IMF dalam memberikan dana bail-out sedikit mengurangi kekhawatiran tersebut. Pasar masih mencermati kelanjutan diberlakukannya
kebijakan uang ketat di China.

Beberapa saham yang bergerak di bidang properti dan perbankan mengalami pelemahan mengantisipasi kondisi ini. Hari ini pasar diperkirakan belum banyak bergerak karena masih wait and see terhadap kondisi geopolitik dan ekonomi yang akan terjadi. Investor kemungkinan akan melakukan pembelian selektif terhadap saham-saham yang sudah oversold.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa (30/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.546-3.588 dan resistance 3.658-3.685. Candle membentuk hammer pada perdagangan kemarin yang mengindikasikan semakin berkurangnya kekuatan daya jual dan terjadi dorongan atas daya beli. Diharapkan hari ini bisa tercipta pola reversal sehingga pasar bisa berbalik arah dengan kecendrungan menguat. MACD terlihat masih melemah. RSI menuju area oversold. William's %R dan Stochastic hampir menyentuh area oversold namun, tertahan dan mencoba berbalik arah.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads