Market Research Indosurya Securities

Market Research Indosurya Securities

- detikFinance
Rabu, 01 Des 2010 07:35 WIB
Jakarta - Menutup akhir bulan, IHSG kembali mengalami pelemahan. IHSG ditutup melemah di bawah level 3.550, tepatnya melemah 99,43 poin (2,74%) di level 3.531,21. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 9,83 miliar unit saham dengan nilai total Rp 10,13 triliun. Sebanyak 63 saham naik, 188 saham turun, dan 55 saham mengalami stagnan. LQ-45 turun 3,43% ke 638,08 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,04% ke 508,78.

Mayoritas indeks saham mengalami penurunan dipimpin sektor aneka industri mencapai 4,17% ke level 932,59 disusul indeks sektor pertambangan turun 3,72% ke level 2.870,84 dan keuangan turun 3,24% ke level 452,98. Sementara indeks konsumer turun 3,14% ke level 1.070,01; indeks manufaktur turun 3,14% ke level 808,79; indeks industri dasar turun 2,05% ke level 390,90; dan indeks infrastruktur turun 1,94% ke level 860,63. Selain itu, indeks perdagangan turun 1,30% ke level 417,99; dan indeks perkebunan turun 0,96% ke level 2.139,62. Sebaliknya indeks properti naik 0,17% ke level 203,22. Sementara indeks MBX dan DBX masih melemah.

IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 470,18 miliar dengan total pembelian asing Rp 4,43 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 4,90 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 2.000 ke Rp 97.000, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 600 ke Rp 11.800, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 350 ke Rp 6.500, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 200 ke Rp 24.150, Ace Hardware Ind. (ACES) naik Rp 200 ke Rp 2.675, Bank Tabungan Pensiunan Nas. (BTPN) naik Rp 200 ke Rp 14.950, Harum Energy (HRUM) naik Rp 200 ke Rp 6.800, Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 175 ke Rp 3.500, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 150 ke Rp 5.600.

IHSG menutup akhir bulan November 2010 dengan pelemahan. Hal ini diluar harapan setelah kemarin terjadi pengurangan daya jual di bursa. Berbagai macam kekhawatiran masih melanda investor sehingga memicu penjualan terhadap saham-saham di bursa. IHSG dipengaruhi pergerakan bursa Asia yang mayoritas di tutup turun, kecuali bursa Vietnam, Taiwan, KorSel, dan Bangladesh. Begitupun dengan mayoritas bursa Eropa yang juga mengalami pelemahan, kecuali bursa Denmark, Swedia, dan Honggaria yang ditutup positif. IHSG sepertinya belum bisa keluar dari tekanan jual karena belum adanya sentimen positif yang bisa membalikkan keadaan menjadi normal atau cenderung menguat. Bahkan kehadiran emiten-emiten baru yang diharapkan bisa menggairahkan pasar, ternyata tidak memberikan efek penguatan, meskipun harga saham perdana tersebut
mengalami kenaikan. Mayoritas bursa saham dunia melemah dipengaruhi kekhawatiran China akan menaikan suku bunga dan penyelamatan krisis utang Irlandia yang dinilai gagal meyakinkan investor bahwa krisis sudah

China masih dilanda kekhawatiran dengan kenaikan beberapa harga barang khususnya bahan makanan yang terjadi di banyak daerah. Hal ini pun memicu kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga di Beijing karena mendorong pengetatan kredit sehingga membuat investor cemas akan perlambatan pertumbuhan ekonomi atau mengurangi jumlah uang beredar yang nantinya bisa mempengaruhi aktivitas perdagangan saham. Hal ini juga diperparah dengan kesulitan para pembuat kebijakan untuk menahan laju inflasi. Selain China, investor juga cemas terhadap kemungkinan penyebaran krisis utang di Eurozone. Meskipun Irlandia telah mendapat kesepakatan bailout 85 miliar euro, namun tetap saja memicu kecemasan krisis akan menyebar ke lainnya seperti, Spanyol dan Portugal. Kekhawatiran investor pun juga belum reda karena konflik geopolitik di semenanjung Korea yang suatu saat bisa memicu peperangan.

Hari ini pasar diperkirakan masih bergerak melemah karena belum adanya sentimen positif yang signifikan membuat pasar naik namun, investor bisa melakukan pembelian
selektif terhadap saham-saham pilihan, terutama adanya kabar positif mengenai pembagian dividen.

Pada perdagangan Rabu (1/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.478-3.529 dan resistance 3.633-3.686. IHSG gagal membentuk pola reversal sehingga pasar belum mengkonfirmasi adanya pembalikan arah menuju penguatan. MACD terlihat masih melemah. RSI menuju area oversold. William's %R dan Stochastic kembali menuju area oversold.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads