Mayoritas indeks saham mengalami penurunan dipimpin sektor aneka industri mencapai 4,17% ke level 932,59 disusul indeks sektor pertambangan turun 3,72% ke level 2.870,84 dan keuangan turun 3,24% ke level 452,98. Sementara indeks konsumer turun 3,14% ke level 1.070,01; indeks manufaktur turun 3,14% ke level 808,79; indeks industri dasar turun 2,05% ke level 390,90; dan indeks infrastruktur turun 1,94% ke level 860,63. Selain itu, indeks perdagangan turun 1,30% ke level 417,99; dan indeks perkebunan turun 0,96% ke level 2.139,62. Sebaliknya indeks properti naik 0,17% ke level 203,22. Sementara indeks MBX dan DBX masih melemah.
IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 470,18 miliar dengan total pembelian asing Rp 4,43 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 4,90 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG menutup akhir bulan November 2010 dengan pelemahan. Hal ini diluar harapan setelah kemarin terjadi pengurangan daya jual di bursa. Berbagai macam kekhawatiran masih melanda investor sehingga memicu penjualan terhadap saham-saham di bursa. IHSG dipengaruhi pergerakan bursa Asia yang mayoritas di tutup turun, kecuali bursa Vietnam, Taiwan, KorSel, dan Bangladesh. Begitupun dengan mayoritas bursa Eropa yang juga mengalami pelemahan, kecuali bursa Denmark, Swedia, dan Honggaria yang ditutup positif. IHSG sepertinya belum bisa keluar dari tekanan jual karena belum adanya sentimen positif yang bisa membalikkan keadaan menjadi normal atau cenderung menguat. Bahkan kehadiran emiten-emiten baru yang diharapkan bisa menggairahkan pasar, ternyata tidak memberikan efek penguatan, meskipun harga saham perdana tersebut
mengalami kenaikan. Mayoritas bursa saham dunia melemah dipengaruhi kekhawatiran China akan menaikan suku bunga dan penyelamatan krisis utang Irlandia yang dinilai gagal meyakinkan investor bahwa krisis sudah
China masih dilanda kekhawatiran dengan kenaikan beberapa harga barang khususnya bahan makanan yang terjadi di banyak daerah. Hal ini pun memicu kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga di Beijing karena mendorong pengetatan kredit sehingga membuat investor cemas akan perlambatan pertumbuhan ekonomi atau mengurangi jumlah uang beredar yang nantinya bisa mempengaruhi aktivitas perdagangan saham. Hal ini juga diperparah dengan kesulitan para pembuat kebijakan untuk menahan laju inflasi. Selain China, investor juga cemas terhadap kemungkinan penyebaran krisis utang di Eurozone. Meskipun Irlandia telah mendapat kesepakatan bailout 85 miliar euro, namun tetap saja memicu kecemasan krisis akan menyebar ke lainnya seperti, Spanyol dan Portugal. Kekhawatiran investor pun juga belum reda karena konflik geopolitik di semenanjung Korea yang suatu saat bisa memicu peperangan.
Hari ini pasar diperkirakan masih bergerak melemah karena belum adanya sentimen positif yang signifikan membuat pasar naik namun, investor bisa melakukan pembelian
selektif terhadap saham-saham pilihan, terutama adanya kabar positif mengenai pembagian dividen.
Pada perdagangan Rabu (1/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.478-3.529 dan resistance 3.633-3.686. IHSG gagal membentuk pola reversal sehingga pasar belum mengkonfirmasi adanya pembalikan arah menuju penguatan. MACD terlihat masih melemah. RSI menuju area oversold. William's %R dan Stochastic kembali menuju area oversold.
(qom/qom)











































