Market Research Indosurya Securities

Market Research Indosurya Securities

- detikFinance
Kamis, 02 Des 2010 07:53 WIB
Jakarta - Mengawali bulan Desember, IHSG membalikkan posisi ke teritori positif. IHSG kembali menembus level 3.600, tepatnya menguat 87,88 poin (2,49%) di level 3.619,09. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 8,50 miliar unit saham dengan nilai total Rp 8,35 triliun. Sebanyak 169 saham naik, 68 saham turun, dan 72 saham mengalami stagnan. LQ-45 naik 2,92% ke 656,71 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,83% ke 518,08.

Mayoritas indeks saham mengalami kenaikan dipimpin sektor keuangan mencapai 3,30% ke level 467,92 disusul indeks sektor pertambangan naik 3,04% ke level 2.958,04 dan infrastruktur naik 2,90% ke level 830,00. Sementara indeks konsumer naik 2,86% ke level 1.100,66; indeks perdagangan naik 2,48% ke level 428,35; indeks perkebunan naik 2,08% ke level 2.184,2; dan indeks manufaktur naik 1,62% ke level 821,87.

Selain itu, indeks aneka industri naik 1,26% ke level 944,30; indeks industri dasar naik 0,24% ke level 391,84; dan indeks properti naik 0,23% ke level 203,69. Sementara indeks MBX dan DBX ditutup menguat. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 545,78 miliar dengan total pembelian asing Rp 3 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 3,55 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.300 ke Rp 42.000, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 1.150, Dian Swastatika S (DSSA) naik Rp 1.000 ke Rp 8.600, United Tractor (UNTR) naik Rp 750 ke Rp 23.750, Unilever Ind. (UNVR) naik Rp 700 ke Rp 15.700, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 650 ke Rp 24.800, Astra Int'l (ASII) naik Rp 550 ke Rp 52.450, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 350 ke Rp 6.400, dan Indomobil Sukses Int'l naik Rp 350 ke Rp 7.350.

IHSG mengawali awal bulan Desember dengan kenaikan. Selain itu, hal ini menepis semua prediksi akan adanya pelemahan. Apalagi rilis inflasi di luar target prediksi. Sebelumnya, berdasarkan data historis dimana biasanya bulan November terjadi deflasi atau meskipun terjadi inflasi, angkanya lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Tetapi, kemarin BPS merilis angka inflasi sebesar 0,6% di atas estimasi. Hal ini mengakibatkan inflasi YoY meningkat kembali. Sentimen negatif ini kemudian bisa ditutupi dengan sentimen positif kondisi global.

Secara tidak terduga, IHSG berbalik arah setelah mendapatkan sentimen positif berupa dirilisnya data manufaktur China dan positifnya kondisi ekonomi di beberapa negara. Di Cina, di tengah kekhawatiran inflasi, indeks kegiatan manufaktur mencatat peningkatan pada bulan November. Pada indeks manufaktur Inggris, aktivitas manufaktur meningkat tajam pada bulan November. Di Jerman, data menunjukkan bahwa penjualan ritel meningkat 2,3% pada bulan Oktober dari bulan sebelumnya, melebihi ekspektasi pasar.

Bursa Australia ditutup positif setelah rilis laporan yang menunjukkan ekonomi pada Q3-10 naik di atas estimasi, meskipun penguatan mata uang menekan ekspor. Bursa China menguat setelah rilis Indeks Purchasing Manager, survei aktivitas manufaktur, naik menjadi 55,2 dari Oktober sebesar 54,7. Data PMI yang dirilis HSBC Holdings Plc juga naik. Bursa Jepang mengalami kenaikan setelah proyeksi penjualan ritel dan otomotif di beberapa negara mengalami kenaikan. Keyakinan diantara konsumen AS naik pada November ke level tertinggi dalam 5 bulan dan indikator aktivitas bisnis juga meningkat.

Kami perkirakan pemulihan ekonomi AS bisa berlanjut pada 2011. Indeks sentimen Conference Board naik menjadi 54,1. Institute for Supply Management-Chicago Inc mengatakan indikator bisnisnya naik ke level tertinggi sejak April. Kondisi ekonomi yang sedang membaik menutupi rasa khawatir terhadap krisis utang di Eurozone, penerapan kebijakan uang ketat di China, dan ketegangan Duo Korea. Apalagi bursa KorSel mengalami kenaikan yang diperkirakan ketegangan mulai mereda, meskipun hanya sementara. Paling tidak setelah beberapa hari bursa dunia mayoritas mengalami penurunan, kini mendapat momentum untuk kembali menguat sehingga meningkatkan
optimisme investor.

Pada perdagangan Kamis (2/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.502-3.560 dan resistance 3.648-3.678. IHSG telah membentuk candle marubozu dimana mengindikasikan kekuatan seimbang antara daya beli dan daya jual namun, bisa juga dijadikan momentum untuk melanjutkan penguatan kembali. Meskipun, terdapat pula kemungkinan untuk profit tacking . MACD terlihat masih melemah dengan histogram yang mulai merendah. RSI berbalik arah setelah menyentuh area oversold. William's %R dan Stochastic membentuk pola reversal dengan kecendrungan menguat.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads