Indosurya: Pasar Masuk Kondisi Jenuh

Indosurya: Pasar Masuk Kondisi Jenuh

- detikFinance
Senin, 06 Des 2010 07:23 WIB
Jakarta - Pada penutupan akhir pekan lalu, IHSG mencatatkan kenaikan 1,68 poin (0,05%) di level 3.696,26. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 9,05 miliar unit saham dengan nilai total Rp 12,00 triliun. Sebanyak 106 saham naik, 116 saham turun, dan 85 saham mengalami stagnan. LQ-45 turun 0,26% ke 670,86 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,14% ke 525,48.

Indeks sektoral saham bergerak mixed dimana kenaikan dipimpin sektor keuangan mencapai 2,07% ke level 486,66 disusul indeks sektor perkebunan naik 1,10% ke level 2.245,69 dan aneka industri perdagangan naik 1,07% ke level 442,11; dan indeks properti naik 0,24% ke level 203,86. Sementara itu, indeks aneka industri turun 2,32% ke level 945,93; indeks manufaktur turun 1,35% ke level 834,62; indeks infrastruktur turun 1,23% ke level 831,76; dan industri dasar turun 0,95% ke level 395,03.
Selain itu, indeks konsumer turun 0,93% ke level 1.134,35 dan indeks pertambangan turun 0,33% ke level 3.009,46.

Indeks MBX menguat namun, DBX ditutup melemah. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 369,35 miliar dengan total pembelian asing Rp 5,13 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 4,78 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Prima Sejahtera naik Rp 800 ke Rp 4.000, Goodyear Ind. (GDYR) naik Rp 600 ke Rp 10.500, Bank Negara Ind (BBNI) naik Rp 575 ke Rp 4.700, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 300 ke Rp 21.550, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 300 ke Rp 25.400, Samudra Ind. (SMDR) naik Rp 250 ke Rp 4.350, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 250 ke Rp 6.650, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 200 ke Rp 43.950, dan Bank Rakyat Ind. naik Rp 200 ke Rp 11.400.

IHSG menutup pekan lalu dengan kenaikan. Akan tetapi, kami melihat kenaikan yang terjadi mulai tertahan. Hal ini terlihat dari pengurangan jumlah saham yang mengalami kenaikan harga meskipun volume dan nilai transaksi mengalami peningkatan termasuk transaksi asing yang juga membukukan nett buy hampir Rp 370 miliar. Setelah mengalami rebound , investor mulai profit taking pada beberapa saham. Apalagi minggu ini terpotong libur tahun baru Hijriyah pada Selasa (7/12) sehingga pada Senin ini IHSG diperkirakan akan bergerak mixed dan mungkin cenderung konsolidasi.

Meski demikian, IHSG masih berada dalam tren penguatan. Penguatan ini juga didukung oleh penguatan bursa asia dan global. Bursa saham Asia pada Jumat pagi naik setelah pasar global menguat dengan data AS yang positif, seperti data ritel perumahan. Selain itu, adanya ekspektasi pasar terhadap ECB yang akan menyelesaikan masalah utang Eurozone yang salah satunya dengan pembelian obligasi negara-negara Eurozone.

Meski di awal dibuka positif namun, hingga akhir sesi perdagangan bursa Asia dan global mengalami mixed yang dipicu antisipasi keluarnya data AS berupa non-farm payroll dan kepastian China yang akan menaikkan suku bunga. Namun demikian, sentimen positif masih beredar di pasar seperti, mulai berkurangnya kekhawatiran pelaku pasar atas krisis utang Eropa, mulai membaiknya perekonomian AS, dan kenaikan data manufaktur China.

Bursa saham AS tetap ditutup positif akhir pekan lalu meski rilis data penambahan di non-farm payrolls November yang hanya 39.000 lebih rendah dari perkiraan pasar sebelumnya sebesar 140.000. Tingkat pengangguran kembali naik ke level tertingi dalam 7 bulan terakhir menjadi 9,8%. Investor berharap dengan data sektor ketenagakerjaan tersebut akan mempertahankan dukungan Pemerintah AS pada sektor keuangan.

Selain itu, investor juga masih mencemaskan kondisi geopolitik di Korea, setelah KorSel, Jepang, dan AS bersiap melakukan latihan bersama penembakan artileri di sepanjang perbatasan yang disengketakan dan juga pernyataan pejabat KorSel yang menyatakan KorUt merupakan musuh utama dan siap membalas setiap aksi yang dilancarkan KorUt. Investor akan mendapat banyak sentimen di hari Senin sehingga akan terjadi daya tarik kuat antara penjualan dan pembelian.

Pada perdagangan Senin (6/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.653-3.675 dan resistance 3.723-3.750. IHSG membentuk candle doji star sesudah terbentuk candle putih dimana mengindikasikan kekuatan daya beli mulai berkurang. Pasar mulai masuk dalam kondisi jenuh namun, diperlukan candle berikutnya untuk mengkonfirmasi adanya pola reversal. MACD terlihat masih mencoba bersinggungan dengan kecendrungan menguat. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area overbought namun, mulai tertahan. IHSG diperkirakan akan kembali ramai setelah libur tahun baru Hijriyah dengan catatan didukung oleh kondisi geopolitik dan ekonomi global.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads