Sementara itu pasar saham Asia sebagian besar melemah akibat aksi profit taking serta sentimen negatif dari China, yakni Bank Sentral China memperingatkan akan mengadopsi kebijakan moneter ketat pada 2011 untuk meredam kenaikan inflasi. Pasar saham Uni Eropa ditutup variatif dengan mayoritas turun akibat aksi profit taking serta sentimen negatif naiknya angka pengangguran US bulan November menjadi 9,8%, namun disisi lain Bank Sentral Uni Eropa memutuskan untuk melanjutkan menyediakan likuiditas jangka pendek terhadap perbankan di Uni Eropa untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan buruk kedepannya.
Meskipun sempat melemah, pasar saham di US ditutup dengan mayoritas menguat. Walaupun data pengangguran bulan November naik menjadi 9,8% dari 9,6% pada bulan Oktober, namun naiknya purchasing manager index (PMI) non manufaktur yang dirilis oleh Institute Supply Management menjadi 55.0 mampu menjadi katalis positif bagi pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan akhir pekan lalu (3/12), IHSG ditutup naik tipis sebesar 1,68 point atau 0,05% pada level 3.696,26, sekaligus membentuk candle doji star atau bearish reversal patterns. Akan tetapi indikator stochastic serta Volume MA (14d) masih menunjukkan IHSG masih mempunyai peluang untuk naik. Akan tetapi semuanya ini membutuhkan konfirmasi lebih lanjut apakah sinyal ini valid atau tidak.
Sementara itu naiknya harga sejumlah komoditas seperti batubara, emas dan minyak mentah dunia bisa menjadi katalis positif bagi pasar. Pada perdagangan hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3.651,45 β 3.747,97 resistance.
Saham-saham pilihan hari ini: BRAU, TINS, TBIG, SMCB WIKA.
Saham-saham pilihan sepanjang pekan ini: ADRO, ITMG, JSMR, SMCB, TINS.
(qom/qom)











































