Indosurya Securities: IHSG Berpotensi Balik Arah

Indosurya Securities: IHSG Berpotensi Balik Arah

- detikFinance
Rabu, 08 Des 2010 08:07 WIB
Jakarta - Sehari sebelum libur, IHSG mencatatkan kenaikan 22,05 poin (0,60%) di level 3.718,31. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 5,15 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,60 triliun. Sebanyak 147 saham naik, 72 saham turun, dan 99 saham mengalami stagnan. LQ-45 naik 0,56% ke 674,63 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,59% ke 528,56.

Indeks sektoral saham mayoritas mencatatkan kenaikan dipimpin sektor pertambangan mencapai 2,31% ke level 3.079,07 disusul indeks sektor perkebunan naik 1,83% ke level 2.286,86, dan perdagangan naik 1,23% ke level 447,55. Sementara itu, indeks industri dasar naik 0,70% ke level 397,78; indeks konsumer naik 0,46% ke level 1.139,53; indeks manufaktur naik 0,33% ke level 837,34; dan indeks properti naik 0,12% ke level 204,11; dan indeks keuangan naik 0,09% ke level 487,11. Selain itu, indeks infrastruktur turun 0,17% ke level 830,31 dan indeks aneka industri turun 0,22% ke level 943,86.

Indeks MBX dan DBX ditutup menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 728,83 miliar dengan total pembelian asing Rp 2,89 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,16 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam naik Rp 1.850 ke Rp 45.800, Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 1.800 ke Rp 10.850, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.700 ke Rp 48.500, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 950 ke Rp 26.350, Tambang Batubara Bukit Asami (PTBA) naik Rp 850 ke Rp 22.400, Sarana Menara Nusantara (TOWR) naik Rp 450 ke Rp 11.950, Mayora Indah (MYOR) naik Rp 400 ke Rp 12.350, Multibreeder Adirama Ind. (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 16.300, dan Resources Alam Ind. (KKGI) naik Rp 300 ke Rp 2.700.

IHSG mengawali pekan ini dengan kenaikan. Meskipun naik namun, volume dan nilainya lebih rendah dari sebelumnya. Nett buy investor asing membuat IHSG masih bergerak naik. Hal ini didukung oleh tren kenaikan harga komoditas dan pergerakan mayoritas bursa Asia yang naik dipicu oleh pernyataan The Fed untuk membeli obligasi pemerintah AS lebih dari US$ 600 miliar. The Fed juga mengatakan butuh waktu 4-5 tahun untuk mengatasi tingkat pengangguran yang naik 9,8% pada November dimana normalnya antara 5-6%. Ekonomi AS tumbuh 2,5% pada Q3-10. AS butuh pertumbuhan ekonomi yang tinggi sehingga bisa menurunkan pengangguran.

Di sisi lain, keputusan pertemuan para Menkeu Eurozone untuk menaikan bailout dari € 759 miliar euro (US$1,006 miliar) juga berpengaruh positif ke pasar. Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa menjadi penghambat laju kenaikan bursa saham global. Seperti, kepastian China menaikkan suku bunganya, penolakan Jerman atas keputusan bailout tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran pemulihan AS; dan kenaikan Yen yang bisa mengganggu aktivitas perdagangan Jepang. Kondisi ini bisa dijadikan alasan investor untuk melakukan profit taking.

Pernyataan The Fed untuk membeli obligasi dan mengucurkan dana stimulus lebih dari US$ 600 miliar berdampak positif maupun negatif. Positifnya, likuiditas dana di pasar semakin besar dan akan masuk ke bursa-bursa investasi. Terutama di bursa emerging market yang diharapkan bisa memberikan return lebih besar. Termasuk Indonesia yang kini menjadi salah satu tempat favorit investasi. Apalagi didukung dengan akan direview nya peringkat utang mendekati level investment grade. Sisi negatifnya, pemberian stimulus yang diperkirakan bisa bertambah jumlahnya ini memicu kekhawatiran akan percepatan pemulihan ekonomi AS. Apalagi, sebelumnya data non farm payroll dan klaim pengangguran menunjukkan angka yang kurang bagus sehingga hal ini membuat bursa investasi AS melemah.

Pelemahan bursa AS ini bisa memicu penurunan bursa-bursa negara lainnya, termasuk Indonesia. Di sisi lain, bursa Asia pada Selasa (7/12) ditutup menguat dipengaruhi oleh Australia yang mempertahankan suku bunganya. Hal ini bisa membuat kenaikan lanjutan dari bursa Asia dan global. Apalagi bila didukung oleh positifnya data consumer credit di AS.

Pada perdagangan Rabu (8/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.684-3.703 dan resistance 3.735-3.748. IHSG membentuk candle spinning tops setelah terbentuk doji star yang mengindikasikan pengaruh daya jual mulai cukup besar. Meskipun tren candle ingin melanjutkan penguatan namun, berhati-hati dengan adanya pembalikan arah. Bila hari ini candle terbentuk marubozu negatif maka pasar mulai masuk dalam fase downtrend . MACD terlihat masih mencoba membentuk golden cross. RSI, William's %R, dan Stochastic telah mendekati area overbought namun, kenaikannya mulai landai. Kekuatan daya beli dan daya jual hampir sama besar. Pasar bisa melanjutkan kenaikannya bila didukung oleh sentimen positif yang lebih besar. Bila tidak, maka pengaruh daya jual akan mempengaruhi pasar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads