Bapindo Sekuritas: IHSG Kehilangan Momentum

Bapindo Sekuritas: IHSG Kehilangan Momentum

- detikFinance
Senin, 13 Des 2010 07:30 WIB
Jakarta - Walaupun sentimen negatif dari turunnya peringkat utang Irlandia, turunnya perdagangan barang dan jasa internasional US sebesar 13% sebagai defisit perdagangan US dan China yang menyempit serta kekuatiran investor akan diterapkannya kebijakan pengetatan moneter di China, sepanjang pekan lalu mayoritas pasar saham global masih membukukan kenaikan cukup signifikan.

Kenaikan ini disebabkan oleh naiknya harga sejumlah komoditas dunia seperti batu bara, timah dan CPO serta membaiknya beberapa indikator ekonomi dibeberapa Negara. Indikator ekonomi itu seperti turunnya klaim pengangguran mingguan di US sebesar 421,000 dan naiknya wholesale inventories pada bulan Oktober sebesar 1.9% dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu naiknya output manufaktur di Inggris sebesar 0.6% pada bulan Oktober dari bulan sebelumnya atau 5.8% lebih
tinggi secara tahunan juga memberikan sentimen positif bagi pasar saham.

Sebagai contoh, sektor tambang menjadi market mover sepanjang pekan lalu dan ini sejalan dengan proyeksi kami sebelumnya. Sektor ini mengalami penguatan sebesar 110.60 point atau 3.68%. Sejalan dengan itu, Nilai Kapitalisasi Pasar Sektor Tambang juga mengalami kenaikan sebesar Rp 17.21 triliun atau 3.67% menjadi Rp 485,65 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada sepanjang pekan ini kami memproyeksikan saham-saham sektor tambang masih akan menjadi market mover. Hal ini sejalan dengan naiknya harga sejumlah komoditas seperti batu bara, timah dan nikel dunia.

Sepanjang pekan ini pergerakan bursa global akan dipengaruhi oleh pengumuman inflasi bulanan di China, survei sentimen bisnis Tankan di Jepang, serta rilisnya indeks harga producen US, penjualan ritel US, indeks harga konsumer US, industrial production US, klaim pengangguran mingguan dan leading indicador US.

Pada perdagangan akhir pekan lalu (10/12), IHSG ditutup turun tajam sebesar 38.38 point atau 1.01% pada level 3,747.71, sekaligus membentuk candle bearish belt hold atau bearish reversal patterns. Indikator stochastic menunjukkan IHSG kehilangan momentumnya untuk naik (dead cross) di area jenuh beli yang didukung juga oleh indikator CCI pada kisaran 94 dan mengarah ke bawah yang mengartikan sinyal jual. Sejauh ini belum ada indikator teknikal yang memberikan sinyal pembalikan arah atau reversal. Akan tetapi naiknya beberapa harga komoditas dunia seperti batu bara, CPO dan timah dunia diharapkan bisa menjadi katalis penggerak IHSG menuju level yang lebih tinggi lagi. Pada perdagangan hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3,705.82 – 3,817.18 resistance.

Saham-saham pilihan hari ini: BRPT, HEXA, PGAS, SMCB, UNVR.
Saham-saham pilihan sepanjang pekan ini: ADRO, BUMI, HEXA, SMCB, UNVR.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads