Indosurya: IHSG Dapat Efek Data Positif AS

Indosurya: IHSG Dapat Efek Data Positif AS

- detikFinance
Rabu, 15 Des 2010 07:36 WIB
Jakarta - Memasuki hari kedua, IHSG masih ditutup negatif melanjutkan pelemahan sebelumnya. IHSG melemah 2,56 poin (0,07%) di level 3.689,67. Total volume perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencapai 5,52 miliar unit saham dengan nilai total Rp 5,14 triliun. Sebanyak 111 saham naik, 129 saham turun, dan 85 saham stagnan. LQ-45 melemah 0,29% ke 660,26 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,39% ke 526,15.

Indeks sektoral saham mayoritas mencatatkan penurunan dipimpin sektor industri konsumer mencapai 1,13% ke level 1.094,94 disusul indeks sektor perkebunan turun 0,74% ke level 2.272,82; dan pertambangan turun 0,71% ke level 3.084,60. Sementara itu, indeks manufaktur turun 0,62% ke level 821,96; indeks aneka industri turun 0,53% ke level 945,42; dan indeks infrastruktur turun 0,09% ke level 811,47. Sementara itu, indeks properti naik 1% ke level 205,90; indeks keuangan naik 0,68% ke level 482,04; dan indeks perdagangan naik 0,41% ke level 466,14; dan indeks industri dasar naik 0,02% ke level 394,44. Indeks MBX dan DBX ditutup turun.

IHSG masih mengalami net foreign sell sebesar Rp 172,12 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,73 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,90 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 1.900 ke Rp 16.400, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 42.200, United Tractors (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 24.000, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 200 ke Rp 16.150, Inovisi Infracom (INVS) naik Rp 200 ke Rp 5.950, Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 200 ke Rp 6.950, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke Rp 6.700, Adhi Karya (980) naik Rp 125 ke Rp 980, dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 6.500.

IHSG masih melanjutkan pelemahannya pada perdagangan kemarin, namun penurunan ini mulai tertahan. Asing pun terlihat mulai berkurang net sell nya. Meski melemah, nilai transaksi saham justru menunjukkan peningkatan. Aksi jual asing yang terjadi sejak sebelumnya, memberikan tekanan pada bursa. IHSG di sesi awal sempat menguat, seiring positifnya sentimen eksternal dimana Bursa AS dan bursa Asia Pasifik menguat seiring keputusan China untuk tidak menaikkan suku bunganya, di tengah tekanan inflasi yang tinggi pada November dan persetujuan senat AS terhadap perpanjangan program pemotongan pajak senilai US$ 858 miliar yang diajukan Pemerintah.

Koreksi US$ yang menaikkan harga komoditas dunia tidak mampu mengangkat saham berbasis energi. Bursa saham Asia menguat, mengangkat indeks saham acuan ke level tertinggi yang dipicu kenaikan harga komoditas. Selain itu, kekhawatiran kenaikan suku bunga di China mereda karena telah ditunda namun, hal ini mungkin hanya sementara, mengingat otoritas China menjadi khawatir tentang kemungkinan tekanan inflasi yang menekan prospek jangka panjang pertumbuhan ekonomi.

Sentimen positif dan negatif menyertai pergerakan bursa AS. Setelah investor mengkhawatirkan besarnya defisit anggaran yang akan memicu bengkaknya rasio utang terhadap GDP AS, semalam investor mendapat angin segar dari hasil pertemuan FOMC dan dirilisnya data penjualan ritel AS. Dalam pernyataan The Fed, investor menyakini bahwa kebijakan quantitative easing 2 (QE-2)telah berjalan dengan benar karena terlihat dari pergerakan ekonomi yang tumbuh moderat. Penjualan ritel meningkat 0,8%.

The Fed menyatakan kebijakan QE-2 dengan melakukan pembelian Treasury senilai US$ 600 miliar merupakan langkah untuk mempromosikan kecepatan yang lebih kuat dalam pemulihan ekonomi dan menjaga harga stabil dari waktu ke waktu. Namun demikian, tingkat pengangguran masih dirasa terlalu tinggi sehingga The Fed kemungkinan masih mempertahankan suku bunga acuan rendah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Indeks kepercayaan terhadap small business AS naik pada November ke level tertinggi sejak resesi dimulai 3 tahun yang lalu menjadi 93,2, tertinggi sejak Desember 2007. Sepertinya bursa regional, termasuk IHSG akan mendapat imbas positif dari data-data AS ini.

Pada perdagangan Rabu (15/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.657-3.673 dan resistance 3.709-3.728. Meskipun masih dalam tren pelemahan, Candle IHSG telah terbentuk long legged doji yang mengindikasikan kemungkinan adanya reversal positif setelah tren penurunan. Tetapi, masih diperlukan candle berikutnya untuk memastikan adanya reversal positif berikutnya. Bila hari ini terbentuk inverted hammer, bahkan marubozu positif maka bisa dimungkinkan IHSG kembali dalam tren penguatannya. MACD mulai mengindikasikan pola dead cross . RSI mencoba bergerak menuju area overbought. William's %R, dan Stochastic masih berbalik arah menormalkan posisi technical dengan bergerak turun menjauhi areaoverbought.


(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads