Indosurya: Rasa Optimis Bawa IHSG Menguat

Indosurya: Rasa Optimis Bawa IHSG Menguat

- detikFinance
Rabu, 22 Des 2010 07:15 WIB
Jakarta - Setelah terhempas ke zona merah, IHSG pada perdagangan kemarin berhasil rebound sebanyak 68,84 poin (1,92%) di level 3.637,45. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,06 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,54 triliun. Sebanyak 166 saham naik, 63 saham turun, dan 79 saham stagnan. LQ-45 naik 2,15% ke 651,98 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,94% ke 521,24.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menghijau. Kenaikan dipimpin sektor pertambangan mencapai 3,07% ke level 3.132,32 disusul indeks sektor aneka industri naik 2,31% ke level 937,82; indeks konsumer naik 2,19% ke level 1.069,93; indeks keuangan naik 2,06% ke level 467,65; dan indeks manufaktur naik 1,95 ke level 807,04. Selain itu, indeks perkebunan naik 1,88% ke level 2.185,55; indeks infrastruktur naik 1,57% ke level 810,72; indeks industri dasar naik 1,22% ke level 385,79;
indeks properti naik 0,81% ke level 200,36; dan indeks perdagangan naik 0,39% ke level 460,26. Indeks MBX dan DBX kompak menguat. IHSG masih mengalami net foreign buy sebesar Rp 155,93 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,30 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,15 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sepatu Bata (BATA) naik Rp 8.000 ke Rp 69.000, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 1.300 ke Rp 14.200, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.300 ke Rp 52.300, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 1.200 ke Rp 24.850, Astra Int'l (ASII) naik Rp 1.200 ke Rp 52.450, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 39.650, Asahimas Flat Glass (AMFG) naik Rp 425 ke Rp 5.400, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 400 ke Rp 6.050, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 400 ke Rp 21.700.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah tertahannya penguatan yang seharusnya terjadi sejak awal pekan, kemarin IHSG berhasil rebound seiring dengan kenaikan bursa saham Asia Pasifik. Investor mulai mengesampingkan sentimen negatif berupa ketegangan Korea, kebijakan uang ketat di China, dan krisis utang di Eropa meskipun hal itu masih menjadi perhatian. Positifnya mayoritas bursa AS dan kenaikan harga komoditas menjadi pendorong pergerakan bursa Asia Pasifik, termasuk IHSG. Proyeksi kinerja dan laporan keuangan emiten AS yang diyakini akan lebih baik dan data-data ekonomi yang mulai menunjukkan pertumbuhan mendorong bursa AS naik. Tetapi, beberapa saham sektor keuangan agak tertahan terkait dengan adanya peraturan baru mengenai kartu debit dimana The Fed berencana untuk mengurangi biaya interchanges kartu debit.

Di sisi lain, Nikkei mengalami kenaikan seiring dengan hasil pertemuan BoJ yang mengatakan akan terus membeli berbagai aset dan menyediakan dana jangka panjang senilai Β₯ 35 triliun (US$ 418 miliar) untuk membeli aset dan dana operasi pasar. BoJ tidak mengubah penilaian ekonomi yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan moderat, tapi menurunkan prediksi output ekonominya. BoJ akan mempertahankan suku bunga di kisaran 0 - 0,1%.

Selain itu, penguatan mayoritas bursa Asia juga dipicu oleh dukungan China terhadap IMF dan Komisi Uni Eropa terkait mekanisme bailout ke negara-negara Eurozone yang bermasalah. Sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar, China menyatakan akan mendukung proses pemulihan ekonomi Eurozone dan hal itu sangatlah positif. Sentimen positif lainnya ialah tidak jadinya rencana KorUt menyerang KorSel terkait adanya latihan militer KorSel dan diizinkannya PBB untuk memeriksa cadangan Uranium KorUt. Sikap tahan diri dan terbuka inilah setidaknya bisa menghilangkan efek negatif ketegangan Duo Korea.

Di tempat lain, Bursa saham Eropa naik dipicu harga tembaga yang mendorong saham sektor pertambangan. Meski volume kecil tetapi masih berpotensi untuk membesar. Meski mayoritas bursa Asia dan lainnya menguat namun, tetap akan ada kendalanya. Salah satunya dari cuaca di beberapa negara yang mulai masuk musim dingin sehingga dikhawatirkan akan mengganggu kelangsungan usaha di sisa akhir tahun ini. Contohnya, musim salju yang menyelimuti kawasan Eropa Utara telah merugikan sektor penjualan ritel Inggis. Kegiatan pertambangan pun juga akan berkurang sehingga menyebabkan posokan berkurang. Hal inilah yang memicu kenaikan harga bahan tambang.

Selain itu, Moody's kemungkinan berencana akan mendowngrade peringkat kredit Portugal. Tapi, setidaknya masih ada rasa optimis pada investor akan adanya tren bullish pada sisa akhir tahun ini.

Pada perdagangan Rabu (22/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.544-3.590 dan resistance 3.663-3.689. Candle yang terbentuk menyerupai marubozu positif, seperti yang terjadi di awal Desember 2010 sehingga diharapkan masih bisa melanjutkan tren kenaikan. MACD masih bergerak melemah namun, terlihat adanya upaya untuk reversal dengan histogram yang semakin pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai reversal dan bergerak menuju area overbought.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads