Indosurya: IHSG Makin Sepi Jelang Natal

Indosurya: IHSG Makin Sepi Jelang Natal

- detikFinance
Kamis, 23 Des 2010 07:25 WIB
Jakarta - IHSG kembali ke zona negatif dengan melemah sebanyak 16,76 poin (0,46%) di level 3.620,68. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,88 miliar unit saham dengan nilai total Rp 3,19 triliun. Sebanyak 86 saham naik, 124 saham turun, dan 96 saham stagnan. LQ-45 turun 0,65% ke 647,75 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,32% ke 519,56.

Indeks sektoral saham mayoritas bergerak negatif yang dipimpin sektor keuangan sebesar 0,98% ke level 463,06 disusul indeks sektor industri dasar turun 0,81% ke level 382,68; indeks konsumer turun 0,71% ke level 1.062,29; indeks manufaktur turun 0,57% ke level 802,47; dan indeks properti turun 0,37% ke level 199,62. Selain itu, indeks perkebunan turun 0,27% ke level 2.179,58; indeks pertambangan turun 0,15% ke level 3.127,55; indeks aneka industri turun 0,14% ke level 936,54; dan indeks infrastruktur turun 0,13% ke level 809,67. Sedangkan, indeks perdagangan naik 0,26% ke level 461,45. Indeks MBX dan DBX kompak melemah.

IHSG masih mengalami net foreign buy sebesar Rp 239,21 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,36 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,12 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Bayan Resources (BYAN) naik Rp 700 ke Rp 14.900, Indo Kordsa (BRAM) naik Rp 400 ke Rp 2.400, Bank Tabungan Pensiunan Nas. (BTPN) naik Rp 200 ke Rp 13.200, United Tractors (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 23.450, Samudra Indonesia (SMDR) naik Rp 175 ke Rp 4.175, Roda Vivatex (RDTX) naik Rp 150 ke Rp 2.100, PP London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 150 ke Rp 11.850, Int'l Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 125 ke Rp 4.800, dan Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) naik Rp 120 ke Rp 1.250.

Bursa saham domestik kembali masuk ke zona negatif setelah sebelumnya berada di zona positif. Tidak hanya IHSG, beberapa bursa saham di kawasan Asia Pasifik ada juga yang mencatatkan penurunan seperti pada bursa saham Vietnam, Nikkei, Shanghai, dan India. Meski terjadi penurunan pada IHSG, asing masih mencatatkan nett buy . Bahkan jumlah pembeliannya meningkat bila dibandingkan dengan sehari sebelumnya.

Selain itu, volume saham yang ditransaksikan juga mengalami peningkatan walaupun jumlah nilai yang ditransaksikan mengalami penurunan dibandingkan sehari sebelumnya. Bila dilihat dari data-data ekonomi, terutama data- data ekonomi AS masih mendukung untuk penguatan. Tetapi, oleh karena menjelang hari libur maka banyak investor yang bermain hit and run.

Pada bursa Nikkei mengalami penurunan seiring dengan pesimistis Pemerintah atas ekspor dan sentimen bisnis. Pernyataan PM Jepang tentang perekonomian mendorong investor wait and see yang menyatakan sentimen bisnis telah memangkas ekspor. Hal ini memperlambat pemulihan ekonomi Asia. Ekonomi Jepang mengalami stagnasi dan dalam situasi sulit dengan tingkat pengangguran yang tinggi. Indeks Shanghai melemah karena kenaikan harga bensin dan solar sehingga memicu kekhawatiran
percepatan inflasi.

Indeks ASX naik meski ada sentimen negatif dari prediksi Real Estate Institute of Australia bahwa harga rumah mewah di negara tersebut akan jatuh tahun depan dan kemungkinan penurunan aktivitas bisnis terkait gangguan cuaca karena turunnya salju.

Pasar memanfaatkan momen jelang libur Natal dan adanya sentimen negatif dari rencana Moody's yang kemungkinan akan mendowngrade peringkat kredit Portugal untuk hit and run dan bahkan keluar sementara dari pasar. Beberapa negara di Eropa mendapat warning dari lembaga pemeringkat seperti Fitch dan Moody's yang akan menurunkan peringkat utang di Zona Euro seperti Spanyol, Portugal, Yunani dan Irlandia. Hal ini dilihat investor bahwa Eurozone belum sepenuhnya aman dari krisis utang. Semalam bursa AS menguat seiring dengan rilis data angka GDP AS yang naik jadi 2,6% dari sebelumnya 2,5% dimana kenaikan ini di bawah ekspektasi pasar sebesar 2,8%. Angka existing home sales naik menjadi 4,68 juta dari sebelumnya 4,43 juta. Angka ini pun juga di bawah ekspektasi sebesar 4,75%. Peningakatan GDP ini dirasa belum cukup untuk mengurangi pengangguran sehingga The Fed diperkirakan masih akan melakukan pencairan stimulusnya.

Pada perdagangan Kamis (23/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.588-3.604 dan resistance 3.627-3.643. Candle yang diharapkan akan terbentuk penguatan lanjutan tampaknya tidak terjadi pada perdagangan kemarin. Malah membentuk spinning tops setelah candle putih panjang, atau dikenal dengan sebutan bearish harami yang mengindikasikan akan adanya tanda reversal. Tapi, diperlukan candle berikutnya untuk memastikan adanya pola bearish ini. MACD masih bergerak melemah namun, masih mencoba untuk reversal dengan histogram yang semakin pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mendekati area oversold. Di sisa hari jelang Natal, kemungkinan bursa saham akan sepi, investor mungkin bisa wait and see sembari mencari peluang pada beberapa saham yang berpotensi masih bisa naik.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads