Indosurya: Berharap Kenaikan di 2 Hari Terakhir Perdagangan

Indosurya: Berharap Kenaikan di 2 Hari Terakhir Perdagangan

- detikFinance
Rabu, 29 Des 2010 07:47 WIB
Jakarta - Memasuki hari kedua, IHSG kembali mendarat di zona positif dengan menguat sebanyak 34,73 poin (0,96%) di level 3.659,99. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,48 miliar unit saham dengan nilai total Rp 2,36 triliun. Sebanyak 150 saham naik, 93 saham turun, dan 61 saham stagnan. LQ-45 naik 0,97% ke 653,85 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,92% ke 526,19.

Indeks sektoral saham mayoritas ditutup positif kecuali indeks aneka industri yang turun 0,32% di level 947,64. Penguatan dipimpin sektor konsumer sebesar 1,90% ke level 1.074,11 disusul indeks industri dasar turun 1,60% ke level 389,18; indeks perkebunan naik 1,53% ke level 2.231,39; indeks pertambangan naik 1,37% ke level 3.225,33; indeks manufaktur naik 1,13% ke level 812,93; dan indeks perdagangan naik 1,10% ke level 465,59. Selain itu, indeks keuangan naik 0,84% ke level 464,99; indeks infrastruktur naik 0,61% ke level 810,19; dan indeks properti naik 0,28% ke level 199,37.

Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 434,85 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,07 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 632,27 miliar. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 40.200, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 800 ke Rp 17.900, Multibreeder Adirama Ind. (MBAI) naik Rp 700 ke Rp 14.200, Nipress (NIPS) naik Rp 400 ke Rp 4.000, Goodyear Ind. (GDYR) naik Rp 400 ke Rp 10.600, Bank Rakyat Ind. (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 10.600, United Tractors (UNTR) naik Rp 400 ke Rp 23.450, PP London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 350 ke Rp 12.350, dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 22.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Asia pada perdagangan kemarin bergerak mixed dan relatif sepi akibat terpengaruh oleh kenaikan suku bunga China dan musim badai salju di negara Timur Laut AS yang mengakibatkan investor banyak yang berdiam di rumah sehingga mengurangi aktivitas berbelanja menjelang akhir tahun. Beberapa diantaranya yang melemah antara lain, Nikkei seiring dengan aksi profit taking yang dilakukan investor karena kekhawatiran atas prospek saham China setelah pengetatan kredit di China. Tetapi, pelemahan ini sempat tertahan karena sentimen positif berupa kuatnya output data ekonomi Jepang.

Selain itu, bursa saham Hang Seng, Shanghai, dan Taiwan juga melemah karena kekhawatiran efek negatif dari adanya pengetatan kredit di China akhir pekan lalu. Penurunan saham-saham ini dipicu oleh saham-saham properti Hong Kong dan perbankan yang turun karena kekhawatiran atas prospek jangka panjang sektor tersebut akibat kenaikan tingkat suku bunga di China pada akhir pekan lalu untuk kedua kalinya hanya dalam waktu dua bulan untuk mengendalikan inflasi.

Sementara bursa saham KOSPI mengalami kenaikan karena investor memperpanjang aksi beli, di mana saham teknologi mengalami kenaikan tajam, diantaranya Samsung Electronics dan LG Display.

Bursa saham Eropa pada perdagangan kemarin mayoritas bergerak menguat dengan volume perdagangan yang relatif kecil. Kenaikan harga komoditas turut mendukung penguatan bursa-bursa saham Eropa. Selain itu, meski ada kekhawatiran kenaikan suku bunga China bisa menekan saham komoditas dan pertambangan dalam beberapa bulan mendatang namun, untuk sementara ini investor lebih memperhatikan sentimen-sentimen positif jelang akhir tahun. Penguatan utama didukung saham-saham berbasis konstruksi seperti semen.

Di sisi lain, dari bursa saham AS dimana DJIA dan S&P 500 menguat dan NASDAQ melemah seiring dengan kenaikan saham-saham berbasis energi dan tambang seiring naiknya harga energi dan logam mulia; dan kenaikan penjualan ritel di luar otomotif yang naik 5,5% menjadi $ 584 miliar. Tetapi, saham-saham properti melemah setelah data homebuilders menunjukkan penurunan dimana indeks properti S&P/Case-Shiller turun 0,8%. Begitupun saham-saham konsumer juga turun setelah indeks consumer confidence turun menjadi 52,5 dari 54,3 di November. Saham-saham telekomunikasi ikut terpengaruh penurunan ini sehingga membuat indeks NASDAQ melemah. Meski data-data bervariasi namun, investor masih menyimpan optimis kenaikan di akhir tahun.

Pada perdagangan Rabu (29/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.503-3.631 dan resistance 3.680-3700. Candle mulai menunjukkan penguatan setelah terbentuknya candle hammer . Bila hari ini terjadi penguatan kembali maka pola pergerakan pada perdagangan di awal November akan kembali terjadi dimana akan terus mengalami kenaikan. Apalagi di sisa waktu perdagangan yang tinggal 2 hari. Meski data-data ekonomi global bervariasi namun, investor masih berharap adanya kenaikan IHSG di sisa waktu jelang tutup tahun. MACD terlihat akan membentuk golden cross dengan histogram yang semakin pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak perlahan meninggalkan area oversold.
(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads