Indosurya: Berburu Saham Pilihan di Akhir Tahun

Indosurya: Berburu Saham Pilihan di Akhir Tahun

- detikFinance
Kamis, 30 Des 2010 08:04 WIB
Jakarta - Kenaikan harga komodtas tidak hanya berimbas positif bagi bursa di kawasan Eropa dan Asia Pasifik. Bursa-bursa saham AS pun ikut terpengaruh. Kenaikan harga minyak mentah dunia dan dibarengi ekspektasi kenaikan permintaan yang mengindikasikan mulai pulihnya perekonomian serta efek akhir tahun telah membawa mayoritas bursa di AS menguat.

Investor terlihat mengesampingkan beberapa data yang dinilai negatif seperti penurunan penjualan rumah dan penurunan indeks US Consumer confidence,

Sementara dai bursa saham dalam negeri, aksi perburuan saham-saham jelang tutup tahun masih teurs terjadi, terutama pada saham-saham lapis dan tiga. Jampir pasar kemarin diwarnai oleh pergerakan saham-saham lapis dua dan tiga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor menilai beberapa saham-saham bluechips sudah relatif overbought. Oleh karena itu, investor berpikir akan lebih mudah untuk mengangkat saham-saham lapis dua-tiga di tengah tipisnya volume transaksi.

Hal ini telah membuat IHSG nyaris menembus level 3.700. Meski banyak kalangan menilai window dressing tidak akan terjadi di penutupan perdagangan akhir tahun ini dikarenakan saham-saham telah menguat banyak, namun masih dimungkinkan investor akan terus memburu saham-saham pilihan sehingga IHSG kembali naik malampaui level 3.700.

Pada perdagangan Kamis, diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.644-3.671 dan resistance 3.715-2731. Candle telah terbentuk dengan shooting star yang mengindikasikan masih kuatnya kekuatan daya beli untuk mengangkat harga, namun daya jual mulai menahan penguatan ini. Pergerakan serupa juga terjadi pada perdagangan di awal November dan Desember dimana masih dimungkinkan untuk terus mengalami kenaikan.

Apalagi di hari terakhir, rasanya tidak mungkin tidak terjadi kenaikan. MACD terlihat bersinggungan membentuk golden cross dengan histrogram negatif yang semakin tipis. RSI, William'sR dan Stochastic masih bergerak perlahan meninggalkan area oversold.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads