Indeks sektoral saham mayoritas ditutup positif kecuali indeks industri dasar yang turun 0,95% ke level 387,25 dan indeks keuangan turun 0,89% ke level 466,67. Penguatan dipimpin sektor perkebunan sebesar 1,42% ke level 2.284,32 disusul indeks perdagangan naik 1,05% ke level 474,08; indeks properti naik 0,98% ke level 203,10; indeks aneka industri naik 0,76% ke level 967,02; indeks konsumer naik 0,58% ke level 1.094,65; indeks infrastruktur naik 0,44% ke level 819,21; dan indeks pertambangan naik 0,36% ke level 3.274,16. Selain itu, indeks manufaktur juga naik 0,19% ke level 823,14.
Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 221,88 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,296 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,074 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas bursa saham Asia mengakhiri tahun 2010 dengan kenaikan, kecuali Nikkei, Australia, dan New Zealand yang melemah. Kenaikan ini, diiringi rasa kekhawatiran tentang belum pulih sepenuhnya ekonomi AS dan krisis Eurozone yang masih membayangi investor. Kenaikan bursa saham Asia dipimpin oleh bursa di Asia Tengara terutama IHSG yang naik 0,12% ke 3.703,51. KOSPI bisa ditutup positif meskipun terjadi ketegangan di Semenanjung Korea.
Bursa saham China, Taiwan, dan Hong Kong mayoritas ditutup naik seiring dengan permintaan yang kuat sehingga mendorong pertumbuhan global dan kenaikan harga komoditas namun, diliputi kekhawatiran terhadap Pemerintah yang akan mengambil kebijakan agresif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan harga properti yang overheating.
Indeks Nikkei turun meskipun Yen naik terhadap US$ sehingga bisa mengancam kinerja ekspor sehingga kurang kompetitif di saat ekonomi yang stagnan. Bursa Australia juga ditutup turun meskipun ekspor komoditas ke China meningkat. Saat ini sudah banyak beberapa bank sentral di Asia menaikan suku bunga untuk menekan kenaikan harga. Bahkan The Fed dan Bank Sentral Eropa juga melakukannya untuk meningkatkan daya beli.
Bursa AS pada penutupan perdagangan akhir tahun 2010, mayoritas bergerak melemah kecuali bursa saham wilayah Kanada dan Amerika Selatan yang menguat. DJIA menguat namun, NASDAQ dan S&P 500 melemah di akhir tahun lalu akibat berkurangnya minat investor untuk melakukan aktivitas perdagangan. Optimisme terhadap data ekonomi yang lebih baik di 2011 tidak mampu menarik investor masuk ke pasar saham yang menguat jelang akhir tahun. Apalagi mayoritas bursa saham AS telah menguat lebih tinggi sejak era krisis Subprime Mortgage .
Secara fundamental, laporan di bursa kerja, aktivitas bisnis dan perumahan, semua hampir menunjukkan kenaikan. Initial Jobless Claim AS juga menunjukkan penurunan minggu lalu, terendah sejak Juli 2008. Institute for Supply Management-Chicago menunjukkan aktivitas bisnis di U.S Midwest naik ke level tertinggi. Penundaan penjualan rumah per November juga naik lebih dari perkiraan. Selain itu, setelah mencapai level tertinggi, harga minyak kembali turun di bawah level US$ 90/barel sehingga membuat investor sementara keluar pasar.
Meski biasanya di awal tahun, perdagangan diliputi optimisme yang tinggi dari investor namun, ada pula penahannya kali ini. Adapun penahannya ialah faktor inflasi tahun 2010 yang diperkirakan akan menembus angka 7,01% meskipun Pemerintah memperkirakan inflasi hanya mencapai 6,7%. Di bulan November 2010 tercatat angka inflasi YoY sudah mencapai 6,33% ditambah lagi dengan adanya kenaikan pangan di akhir tahun 2010.
Di tingkat global, pertumbuhan manufaktur China melambat untuk pertama kalinya dalam 5 bulan pada Desember, setelah PM China mengetatkan kebijakan moneter dan efisiensi energi. Indeks Purchasing managers turun ke 53,9 dari 55,2 pada November. The China Federation of Logistics and Purchasing menyatakan, kurang dari perkiraan medium dari 55. Ukuran biaya manufaktur juga turun. Adanya kebijakan Pemerintah China yang akan membatasi kuota kendaraan roda 4 di ibukota China diperkirakan akan berpengaruh terhadap industri otomotifnya.
Pada perdagangan Senin (3/1/2010) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.674-3.689 dan resistance 3.719-3.730. Candle membentuk spinning tops di posisi atas. Biasanya candle seperti ini mengindikasikan akan adanya reversal . Bila candle nantinya melemah maka pola yang telah terjadi merupakan bearish engulfing . MACD terlihat mulai menguat setelah membentuk golden cross dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak menuju area oversold . Meski masih terdapat ruang kenaikan namun, investor berhati-hati bila mulai ada sinyal reversal negatif. Apalagi ada berita negatif dari China.
(qom/qom)











































